Jakarta — Bisnis Hashim Djojohadikusumo terus berkembang dan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor energi dan pertambangan. Melalui kelompok usaha Arsari Group, Hashim kini memiliki portofolio yang merambah blok minyak dan gas bumi (migas), infrastruktur digital, telekomunikasi, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga aset digital.
Dalam lelang tersebut, Nations Petroleum menyatakan komitmen pasti untuk tiga tahun pertama sebesar sekitar US$103,309 juta. Perusahaan juga memberikan bonus tanda tangan sebesar US$200.000.
Kemenangan tersebut kembali menempatkan kelompok usaha Hashim Djojohadikusumo dalam peta bisnis energi nasional. Namun, sektor migas hanya menjadi salah satu bagian dari portofolio bisnis yang dikembangkan Arsari Group.
Masuk ke Blok Migas Natuna D-Alpha
Wilayah Kerja Natuna D-Alpha merupakan salah satu dari enam WK migas yang dilelang pemerintah pada 2026.
Enam wilayah kerja tersebut terdiri atas Sapukala dan Natuna D-Alpha yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung. Sementara empat wilayah lainnya adalah Bengara II, Pesut Mahakam, Puri dan Rupat.
Secara keseluruhan, enam WK tersebut memiliki total komitmen pasti mencapai sekitar US$141,51 juta, dengan akumulasi bonus tanda tangan sekitar US$1,6 juta.
Untuk Natuna D-Alpha, Nations Petroleum memiliki sejumlah komitmen kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Kegiatan tersebut antara lain mencakup studi geologi dan geofisika, akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D, pembangunan pilot unit, hingga pengeboran sumur appraisal dan eksplorasi.
Bisnis Hashim Tidak Hanya Migas
Di luar sektor energi, Hashim melalui Arsari Group juga mengembangkan bisnis di sektor infrastruktur digital dan telekomunikasi.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Indosat Tbk.
Melalui platform RAIA Grid, pengembangan bisnis diarahkan pada pembangunan infrastruktur digital. Ekosistem tersebut mencakup jaringan fiber optik dan berbagai kebutuhan infrastruktur yang mendukung perkembangan teknologi komputasi serta kecerdasan buatan.
Ekspansi ke sektor digital menunjukkan bahwa portofolio bisnis Hashim mulai bergerak lebih luas dari sektor berbasis sumber daya alam menuju industri yang bertumpu pada teknologi.
Merambah Teknologi AI dan Infrastruktur Digital
Teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu sektor yang ikut dibidik dalam pengembangan infrastruktur digital tersebut.
Pengembangan RAIA Grid dikaitkan dengan sejumlah proyek teknologi, mulai dari pembangunan jaringan fiber optik hingga pengembangan fasilitas yang mendukung komputasi berkinerja tinggi.
Selain fiber optik, rencana pengembangan juga mencakup perakitan GPU, manufaktur komponen semikonduktor dan kabel bawah laut.
Investasi pada sektor tersebut menunjukkan adanya upaya membangun ekosistem digital yang lebih luas, bukan hanya menyediakan konektivitas internet tetapi juga infrastruktur yang dibutuhkan untuk perkembangan AI dan teknologi komputasi.
Portofolio Bisnis Juga Menyentuh Aset Digital
Ekspansi kelompok usaha Hashim juga merambah sektor aset digital.
Arsari Group diketahui memiliki keterkaitan investasi dengan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Perusahaan tersebut bergerak dalam ekosistem perdagangan dan infrastruktur aset kripto.
Kehadiran di sektor aset digital memperlihatkan semakin beragamnya sektor yang menjadi bagian dari portofolio investasi kelompok usaha tersebut.
Arsari Group Punya Portofolio Beragam
Arsari Group merupakan kelompok usaha yang memiliki kegiatan bisnis di berbagai sektor. Selain energi dan pertambangan, kelompok usaha ini juga memiliki aktivitas di bidang agroforestri, energi terbarukan, infrastruktur digital, perdagangan, serta budidaya perairan dan pertanian.
Diversifikasi tersebut membuat bisnis Hashim Djojohadikusumo tidak hanya berkaitan dengan sektor komoditas dan sumber daya alam. Dalam perkembangannya, sektor teknologi dan ekonomi digital menjadi bagian dari ekspansi baru kelompok usaha tersebut.
Dari Energi ke Ekonomi Digital
Perkembangan bisnis Hashim Djojohadikusumo memperlihatkan portofolio yang semakin beragam. Sektor energi dan pertambangan tetap menjadi bagian penting, sementara investasi di bidang telekomunikasi, infrastruktur digital, AI dan aset digital memperluas cakupan bisnisnya.
Masuknya Nations Petroleum ke WK Migas Natuna D-Alpha menjadi perkembangan terbaru di sektor energi. Di sisi lain, ekspansi ke infrastruktur digital dan teknologi AI menunjukkan arah diversifikasi bisnis yang menjangkau industri berbasis teknologi.
Dengan portofolio yang mencakup migas hingga teknologi digital, kelompok usaha Hashim kini bergerak di dua sektor yang memiliki karakter berbeda: sumber daya alam dan ekonomi berbasis teknologi.





