‎PAMEKASAN — Peristiwa perusakan  Indomaret pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, terus menuai perhatian publik.

Khairul Kalam, salah satu aktor aksi massa menjelaskan bahwa aksi anarkis yang terjadi di lokasi tersebut sama sekali bukan atas instruksi maupun perintah dari tokoh agama atau kiai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

‎Melalui pernyataan tertulis di akun media sosialnya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan ajaran para kiai selalu menekankan perdamaian serta melarang keras perbuatan yang merusak.

‎ “TIDAK ADA Satupun AGAMA yang Mengajarkan Pengrusakan. TIDAK ADA Ulama / Kyai yang mengajarkan Santrinya Untuk Berbuat Kerusakan,” tulisnya.

‎

Tangkap layar. fb @khoirulkalam

Ia juga mengimbau publik agar memahami situasi secara jernih dan tidak menyangkutpautkan aksi perusakan toko ritel modern di Palengaan tersebut dengan unsur agama, ulama, maupun kiai.

‎”Dari sini kalian Paham, Aksi Pengrusakan Indomaret di Palengaan Bukan Karena Agama atau Perintah Ulama / Kyai,” tegas Khairul Kalam.

‎