JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat porsi anggaran besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Di saat yang sama, pemerintah dan DPR memangkas anggaran subsidi energi hingga Rp11,44 triliun.
Dalam arah kebijakan fiskal 2027, pemerintah menempatkan sejumlah program prioritas sebagai fokus belanja negara. Salah satunya adalah MBG yang menjadi program unggulan pemerintah.
Anggaran MBG Capai Rp232,8 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis mendapatkan alokasi anggaran besar melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam APBN 2027, BGN memperoleh anggaran sebesar Rp240,2 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp232,8 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional yang menjadi basis pelaksanaan MBG.
Sekitar Rp198,9 triliun diarahkan untuk penyediaan dan penyaluran makanan bergizi bagi anak sekolah. Sementara Rp33,5 triliun dialokasikan bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 72,4 juta penerima pada 2027. Jumlah itu terdiri dari sekitar 60,5 juta anak sekolah dan 11,8 juta penerima dari kelompok 3B.
Subsidi Energi Justru Dipangkas
Di tengah besarnya anggaran MBG, pemerintah dan DPR menetapkan subsidi energi 2027 sebesar Rp261,5 triliun.
Angka tersebut turun Rp11,44 triliun dari alokasi sebelumnya sebesar Rp272,94 triliun. Dengan demikian, subsidi energi mengalami penurunan sekitar 4,2 persen.
Pemangkasan terutama terjadi pada subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram.
Anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun, turun dari sebelumnya Rp143,84 triliun.
Sementara itu, subsidi listrik tetap dialokasikan sebesar Rp130,11 triliun.
Jika dibandingkan, total subsidi energi masih lebih besar sekitar Rp28,7 triliun dibandingkan anggaran pemenuhan gizi nasional atau MBG.
Kuota BBM dan LPG 3 Kg Berubah
Pemangkasan subsidi energi juga diikuti perubahan volume BBM bersubsidi dan LPG 3 kg.
Dalam APBN 2027, volume BBM bersubsidi ditetapkan sekitar 19,56 juta kiloliter (KL), turun dari alokasi sebelumnya sebesar 20,09 juta KL.
Untuk minyak tanah, volumenya ditetapkan sebesar 561 ribu KL. Sementara volume minyak solar turun menjadi 19 juta KL dari sebelumnya 19,56 juta KL.
Adapun volume LPG 3 kg ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton (MT), turun dari sebelumnya 8,95 juta MT.
Pemerintah dan DPR menyatakan penurunan anggaran subsidi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi perhatian terhadap masyarakat miskin. Penajaman subsidi dikaitkan dengan penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Anggaran Pendidikan Capai Rp824 Triliun
Selain MBG dan subsidi energi, sektor pendidikan juga menjadi salah satu pos dengan alokasi terbesar dalam APBN 2027.
Anggaran pendidikan ditetapkan mencapai Rp824 triliun, meningkat dibandingkan alokasi 2026 sebesar Rp720,8 triliun.
Dana tersebut antara lain diarahkan untuk Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, beasiswa serta pengembangan talenta melalui LPDP.
Besarnya anggaran pendidikan juga berkaitan dengan tata kelola pembiayaan MBG. Pemerintah harus menyesuaikan struktur penganggaran agar program tersebut tetap sejalan dengan ketentuan mengenai anggaran pendidikan.
Arah Baru Prioritas Belanja Pemerintah
Besarnya anggaran untuk MBG sekaligus pemangkasan subsidi energi menunjukkan adanya perubahan arah prioritas belanja pemerintah dalam APBN 2027.
Pemerintah berupaya mempertahankan pembiayaan program prioritas, namun pada saat yang sama melakukan penajaman terhadap sejumlah subsidi yang selama ini menjadi bagian penting dalam belanja negara.
Selain MBG, pemerintah mengalokasikan Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial, Rp195,3 triliun untuk ketahanan pangan, serta Rp735 triliun untuk transfer ke daerah.
Struktur APBN tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memilih memperbesar belanja untuk program prioritas sembari mengatur kembali sejumlah pos subsidi.
Bagi masyarakat, kebijakan tersebut akan menjadi perhatian karena subsidi energi berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari, mulai dari BBM, LPG 3 kg hingga listrik.
Di sisi lain, MBG diharapkan memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.





