Sumenep — Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu aksi panic buying di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Warga berbondong-bondong membeli BBM dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan harga di tingkat pengecer melonjak.

Fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kepulauan Kangean. Masyarakat ramai memborong BBM, terutama jenis pertalite eceran yang dijual di toko kelontong.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seorang warga Desa Batuputih, Kecamatan Kangayan, Arif, mengungkapkan bahwa warga di desanya membeli BBM hingga stok cepat habis. Bahkan, setiap orang membeli hingga lima liter untuk persediaan.

“Saya lihat tetangga berbondong-bondong beli bensin eceran. Saya sendiri hanya kebagian tiga liter,” ujarnya.

Hal serupa terjadi di Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa. Warga setempat, Hurry, menyebut harga BBM eceran kini mencapai Rp15 ribu per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp13 ribu per liter.

Meski harga meningkat, warga tetap membeli BBM untuk stok karena khawatir kehabisan. Akibatnya, hampir seluruh toko kelontong di wilayah tersebut mengalami kekosongan stok dalam waktu singkat.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Sumenep dalam kondisi aman, termasuk untuk wilayah kepulauan.

Ia menjelaskan, lonjakan harga di tingkat pengecer lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan akibat kepanikan warga yang terpengaruh isu kelangkaan.

“Untuk wilayah Arjasa, masyarakat termakan isu sehingga langsung memborong. Dampaknya harga di tingkat pengecer ikut naik,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut dia, telah melakukan pemantauan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan memastikan distribusi BBM berjalan normal.

Dalam waktu dekat, pasokan BBM juga dijadwalkan kembali dikirim ke wilayah kepulauan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemkab Sumenep mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil.