Analisa, Bola – Gelombang dukungan terhadap Shin Tae-yong untuk kembali menangani timnas Indonesia terus menguat setelah PSSI memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Di tengah situasi itu, legenda timnas Indonesia Aji Santoso menilai pernyataan Shin Tae-yong yang menyatakan kesiapannya kembali melatih dapat menjadi bentuk tekanan halus bagi federasi sepak bola nasional.
Sebelumnya, Shin Tae-yong menegaskan dirinya siap kembali ke kursi pelatih timnas Indonesia jika ada permintaan yang sungguh-sungguh dari PSSI. Ucapan tersebut memantik respons positif dari publik sepak bola nasional yang menilai kontribusi pelatih asal Korea Selatan itu masih dibutuhkan untuk membangun tim Garuda.
“Menurut saya dengan komentar STY yang seperti itu, menurut saya akan menimbulkan sesuatu yang kurang simpatik kepada manajemen PSSI, karena itu merupakan salah satu sedikit pressure secara halus,” ujar Aji Santoso dalam program Sapa Indonesia Kompas TV, Kamis (23/10).
PSSI sebelumnya memberhentikan Patrick Kluivert setelah gagal membawa Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026. Kegagalan tersebut memicu seruan besar dari suporter agar Shin Tae-yong kembali dipercaya menukangi skuad merah putih.
Meski Aji Santoso menyebut PSSI memiliki pertimbangan tersendiri terkait pemberhentian Shin Tae-yong, ia tak menampik bahwa pelatih berpengalaman itu memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola nasional.
“Memang banyak tekanan bagi PSSI untuk mendatangkan STY, tapi kan PSSI pasti punya pertimbangan kenapa STY dulu sempat diberhentikan,” katanya.
Aji juga menyinggung adanya persoalan internal di masa kepemimpinan Shin Tae-yong, namun menilai hal itu menjadi bagian dari dinamika tim yang kerap terjadi di dunia sepak bola profesional.
“Yang saya dengar ya, pemain-pemain juga melakukan rapat sendiri, meeting sendiri tanpa sepengetahuan STY. Tentunya pasti ada masalah di tim ini,” ujar eks pelatih timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya itu.
Pernyataan Shin Tae-yong tentang kesiapannya kembali memimpin timnas dinilai menjadi sinyal kuat bagi PSSI untuk meninjau ulang arah kebijakan pembinaan sepak bola nasional.
Publik berharap kembalinya pelatih asal Korea Selatan itu dapat melanjutkan fondasi pembangunan tim yang sudah terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.





