Pamekasan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Kepala Desa Blaban Mainoma, serta unsur Polsek Tamberu dan Koramil Batumarmar.
Akhmad Dhofir Rosidi selaku Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan menjelaskan, pembentukan Destana menjadi salah satu upaya mitigasi bencana nonstruktural untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana di wilayahnya.
“Destana ini dibentuk untuk mengetahui potensi bencana yang ada di desa, sekaligus memahami bagaimana penanganannya, baik pada saat tanggap darurat maupun pascabencana,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengambil langkah yang tepat ketika bencana terjadi. Hal itu termasuk memahami prosedur evakuasi dan upaya penyelamatan warga.
“Tujuannya untuk melatih kemandirian masyarakat dalam rangka mitigasi dan penanganan bencana. Jadi, masyarakat tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” jelasnya.
Selama empat hari pelaksanaan, para relawan yang tergabung akan mendapatkan pelatihan dari fasilitator. Pelatihan tersebut diharapkan dapat membekali relawan dengan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi kebencanaan di lingkungan desa.
“Melalui pelatihan ini, para relawan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membantu masyarakat, mulai dari kesiapsiagaan hingga penanganan saat terjadi bencana,” lanjutnya.
Ia berharap pembentukan Destana dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Masyarakat di desa semakin memahami penanganan bencana, termasuk proses evakuasi dan langkah penyelamatan lainnya, sehingga desa ini benar-benar menjadi desa yang tangguh bencana,” pungkasnya.
Pembentukan Destana diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang mandiri, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, menyampaikan, pembentukan Desa Tangguh Bencana merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat terkait, hingga masyarakat di tingkat desa.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat tidak hanya memahami potensi ancaman di lingkungannya, tetapi juga mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Ia juga berharap pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan evakuasi, memberikan pertolongan pertama, serta berkoordinasi dengan petugas ketika terjadi keadaan darurat.
“Dengan adanya Destana, masyarakat Desa Blaban semoga semakin mandiri dan tangguh menghadapi bencana. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” tutupnya.





