Analisa, Pamekasan – Gedung Layanan Akademik Terpadu yang juga berfungsi sebagai gedung rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding.

Kondisi tersebut terlihat dalam sebuah video yang beredar di media sosial TikTok melalui akun @indozone, menampilkan air hujan yang membanjiri aula serta serpihan dinding yang berserakan di area kursi. Video itu diunggah pada Senin (10/11).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES) UIN Madura, Muhammad Zainuddin, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Ya benar, hal itu memang terjadi, dan sebelumnya kami memang menemukan video itu beredar tadi pagi di berbagai WhatsApp grup kampus,” ujarnya saat dikonfirmasi Analisa.co.

“Kami sendiri belum tau pasti kejadiannya kapan, tapi kalau tadi pagi rasanya tidak mungkin, karena hujan tadi pagi tidak terlalu deras’” tukasnya.

Pembangunan gedung layanan akademik terpadu atau gedung rektorat UIN Madura dimulai sejak peletakan batu pertama pada 3 April 2024.

Diketahui, proyek tersebut memiliki anggaran sekitar Rp33,3 miliar yang bersumber dari APBN, dan dikerjakan oleh PT Ris Putra Delta dengan nilai kontrak lebih dari Rp31 miliar, belum termasuk pajak dan pengeluaran tambahan.

Gedung Rektorat Universitas Negeri Madura (UIN) Madura tercatat memiliki luas bangunan mencapai 1.776 meter persegi. Data tersebut termuat dalam laman resmi kampus pada bagian sarana dan prasarana, yang menyebutkan gedung rektorat berdiri sebagai satu unit utama penunjang kegiatan administrasi dan akademik.