Pamekasan — Universitas Islam Negeri Madura terus mendorong integrasi keilmuan berbasis lokal dan global melalui penyelenggaraan International Visiting Lecturer yang menghadirkan akademisi dari Universiti Malaya, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Fakultas Syariah tersebut mengangkat tema “Fiqh Nusantara and the Integration of Knowledge in Tarjuman: A Study of Madurese Ulama Manuscripts” dan diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus penguatan kajian keislaman berbasis tradisi pesantren Madura.
Dekan Fakultas Syariah, Muhammad Taufiq, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas civitas akademika. Menurutnya, kolaborasi lintas negara penting untuk mendorong riset-riset lokal agar memiliki daya saing global.
“Program ini tidak hanya memperkuat relasi internasional, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kajian manuskrip ulama Madura agar dikenal lebih luas,” ujarnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Maimun, menambahkan bahwa Fakultas Syariah menjadi pelopor kegiatan International Visiting Lecturer di lingkungan UIN Madura. Ia menilai forum tersebut sebagai momentum penting dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan akademik global.
“Ini bukan sekadar kuliah umum, tetapi juga upaya membangun jembatan antara khazanah lokal dan wacana internasional,” katanya.
Dalam kuliah umumnya, dosen tamu Imamuddin menekankan pentingnya Fiqh Nusantara sebagai bentuk ijtihad kontekstual yang lahir dari interaksi antara teks keagamaan dan realitas sosial masyarakat Indonesia. Ia juga menyoroti manuskrip Tarjuman sebagai salah satu warisan intelektual ulama Madura yang mencerminkan integrasi ilmu dan kearifan lokal.
Menurutnya, kajian terhadap manuskrip klasik tersebut relevan untuk menjawab tantangan kontemporer, sekaligus memperkuat identitas keilmuan Islam Nusantara di tingkat global.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi akademik yang mendorong mahasiswa lebih aktif dalam penelitian manuskrip serta mengembangkan pendekatan interdisipliner dalam studi hukum Islam. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta terkait relevansi Fiqh Nusantara di era globalisasi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Madura menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan lokal dengan perspektif global serta memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu Islam yang moderat dan kontekstual.





