SUMENEP – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ummi’ di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, kini menunggu proses verifikasi setelah menyelesaikan pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sebelumnya menjadi kendala operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perbaikan dilakukan guna memenuhi standar sanitasi lingkungan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pengelola dapur memastikan seluruh sarana pengolahan limbah telah disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mitra SPPG Yayasan Kayan Shava Abadi, Juhariyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang sistem IPAL baru berkapasitas 4.000 liter. Fasilitas tersebut dilengkapi sejumlah komponen pendukung, seperti grease trap untuk memisahkan lemak dan sisa makanan, filter penyaring, serta tabung aerob yang berfungsi dalam proses oksidasi limbah.

Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar limbah cair dari aktivitas dapur dapat diolah secara bertahap sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar.

“Limbah diproses terlebih dahulu melalui grease trap, kemudian masuk ke filter dan tabung aerob untuk proses oksidasi. Setelah seluruh tahapan selesai, air hasil olahan baru dialirkan ke saluran pembuangan,” ujarnya.

Juhariyah menegaskan hasil pengujian menunjukkan kualitas air olahan cukup baik. Air yang dihasilkan terlihat jernih dan telah melewati proses penyaringan yang optimal.

“Air hasil pengolahan sangat bersih. Dari hasil pengujian, kualitasnya bahkan memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam budidaya ikan,” katanya.

IPAL SPPG Sumenep Kota Sumenep Kolor Yayasan Kayan Svaha Abadi usai dilakukan perbaikan.

Koordinator Kecamatan Kota SPPG Sumenep, Achmad Faiz Abrori, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pengelola dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan. Menurutnya, pembenahan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan dapur MBG dapat kembali beroperasi.

Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya adalah proses verifikasi yang akan menjadi dasar penentuan kelanjutan operasional SPPG Ummi’.

“Sekarang tinggal menunggu verifikasi. Setelah itu akan ada keputusan dari pimpinan terkait operasional dapur ke depannya,” jelasnya.

Faiz berharap seluruh perbaikan yang telah dilakukan tidak hanya memenuhi aspek administrasi dan teknis, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat program MBG.

“Kami berharap pelayanan yang diberikan semakin baik dan kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.