PAMEKASAN – Pelayanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan ditargetkan semakin optimal mulai Agustus hingga September 2026. Sebanyak 10 unit alat HD baru tengah dipersiapkan untuk beroperasi setelah seluruh proses perizinan dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan rampung.

Dengan tambahan tersebut, total alat hemodialisis yang dimiliki RSUD Smart akan meningkat menjadi 19 unit dari sebelumnya hanya 9 unit. Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu mengurangi antrean pasien gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah secara rutin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Smart, R. Mohammad Ramadhian, mengatakan percepatan operasional alat HD menjadi salah satu upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, mengingat kebutuhan layanan hemodialisis di Pamekasan terus meningkat.

“Rekomendasi dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), Online Single Submission (OSS), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta persetujuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pelayanan cuci darah di RSUD Smart,” ujar Ramadhian, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, seluruh persyaratan tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian. Jika berjalan sesuai rencana, 10 alat HD baru dapat mulai melayani pasien pada awal Agustus hingga September 2026.

Ramadhian menjelaskan, sebelum penambahan alat dilakukan, pihak rumah sakit lebih dahulu memperluas kapasitas gedung melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan penyedia alat hemodialisis.

Langkah tersebut dilakukan agar penambahan fasilitas tidak hanya sebatas alat, tetapi juga didukung ruang pelayanan yang memadai sesuai standar layanan kesehatan.

“Berangkat dari komitmen peningkatan pelayanan kepada masyarakat, RSUD Smart terlebih dahulu melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan penyedia alat HD untuk mencakup perluasan gedung serta penambahan kapasitas pelayanan. Dari kerja sama itu kemudian lahir kontrak selama sepuluh tahun dengan penyedia,” jelasnya.

Dengan bertambahnya jumlah alat menjadi 19 unit, RSUD Smart berharap dapat meningkatkan kapasitas layanan hemodialisis, mempercepat waktu tunggu pasien, serta memperluas akses masyarakat Pamekasan terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi penderita penyakit ginjal kronis yang membutuhkan terapi cuci darah secara berkala.