PAMEKASAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 12 Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggandeng Duta Genre Kabupaten Pamekasan menggelar Seminar Parenting dan Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Pangurayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Kamis (30/7/2026).Seminar yang berlangsung di Balai Desa Pangurayan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN Posko 12 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.Kegiatan diikuti masyarakat Desa Pangurayan, ibu-ibu PKK, orang tua, remaja, serta sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan keluarga dan generasi muda.

Koordinator KKN Posko 12 Fakultas Syariah UIN Madura, Moh. Habibur Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keluarga dan generasi muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Melalui seminar ini, kami berharap masyarakat Desa Pangurayan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya parenting dan pencegahan pernikahan dini. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa, masyarakat, dan Duta Genre Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.

Menurut Habibur, mahasiswa KKN tidak hanya dituntut menjalankan program akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui edukasi dan pendampingan terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pentingnya Peran Orang Tua

Dalam seminar tersebut, narasumber dari Duta Genre Kabupaten Pamekasan, Qayshar Thoyron Ababil, memberikan edukasi mengenai pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu merencanakan masa depan dengan baik.

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pendidikan, pengembangan potensi diri, kesiapan membangun keluarga, serta peran orang tua dalam mendampingi anak selama masa remaja.

Orang tua didorong membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Komunikasi yang baik dinilai dapat membantu anak lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi sehingga orang tua dapat memberikan pendampingan dan arahan secara tepat.

Qayshar menegaskan, pencegahan pernikahan dini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat hingga remaja itu sendiri.

“Pencegahan pernikahan dini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, sementara remaja juga perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan masa depannya,” jelasnya.

Pernikahan Dini Tak Hanya Soal Usia

Pembahasan mengenai pernikahan dini dalam seminar tersebut diarahkan pada pentingnya memahami kesiapan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, emosional, pendidikan, ekonomi, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan dan anggota keluarga.

Peserta juga diajak memahami pentingnya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan kemampuan diri, serta menyusun rencana masa depan sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan pertanyaan mengenai cara membangun komunikasi antara orang tua dan anak, menghadapi perubahan perilaku remaja, hingga memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan.

Kepala Desa Pangurayan Apresiasi Kegiatan

Kepala Desa Pangurayan, Imam Hanafi, mengapresiasi seminar yang digelar KKN Posko 12 Fakultas Syariah UIN Madura bersama Duta Genre Kabupaten Pamekasan.

Ia berharap kegiatan edukatif tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman orang tua dan generasi muda mengenai pendidikan keluarga serta pentingnya perencanaan masa depan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Posko 12. Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan pengetahuan dan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi para orang tua dan generasi muda di Desa Pangurayan,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Rahmah, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti seminar tersebut.

Menurutnya, menjadi orang tua tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga memahami perkembangan, kondisi, dan persoalan yang sedang dihadapi anak.

“Saya mendapatkan banyak pengetahuan dari seminar ini. Selama ini terkadang orang tua merasa sudah memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi ternyata komunikasi dengan anak juga sangat penting. Kita sebagai orang tua harus bisa mendengarkan dan memahami apa yang sedang mereka rasakan,” katanya.

Ia juga menilai pembahasan mengenai pernikahan dini penting bagi para orang tua agar dapat memberikan arahan kepada anak.

“Pembahasan tentang pernikahan dini juga sangat penting. Orang tua perlu memberikan arahan kepada anak agar mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam hidup. Anak harus diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depannya,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN Posko 12 Fakultas Syariah UIN Madura, Duta Genre Kabupaten Pamekasan, Pemerintah Desa Pangurayan, narasumber, dan peserta.

KKN Posko 12 berharap edukasi mengenai parenting dan pencegahan pernikahan dini tidak berhenti pada seminar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi sehat antara orang tua dan anak.

Kolaborasi mahasiswa KKN, Duta Genre, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut diharapkan menjadi langkah bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda serta mendorong mereka mempersiapkan masa depan secara lebih matang.