SUMENEP – Usaha minuman tradisional yang dikemas modern terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal. Hal itu ditunjukkan Sisil Rahman, pelaku UMKM asal Kecamatan Lenteng, yang merintis kedai Es Teler Sultan di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, sejak 2025.
Kedai yang berada tepat di dekat lampu merah Pangarangan itu kini menjadi salah satu titik kuliner yang ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan.
“Nama Sultan saya pilih karena ingin menghadirkan rasa yang enak dengan buah yang istimewa. Semua bahan kami pakai buah asli, bukan perisa buatan,” ujar Sisil Rahman.
Dalam satu porsi, Es Teler Sultan berisi campuran buah segar seperti alpukat, nangka, kelapa muda, dan durian, yang dipadukan dengan kuah creamy, es krim vanilla, serta taburan keju parut. Pembeli dapat memilih tambahan topping sesuai selera.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah porsi. Dengan harga jual mulai Rp10.000 hingga Rp30.000 per cup, pembeli mendapatkan porsi yang lebih besar dibanding es teler pada umumnya. “Ukurannya memang sengaja kami buat besar. Jadi dengan harga Rp15 ribu orang sudah merasa kenyang,” ucap Sisil.
Usaha tersebut menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam setahun terakhir. Pada hari biasa, kedai melayani puluhan pelanggan. Jumlah itu meningkat signifikan setiap hari Jumat, yang menjadi puncak keramaian.
“Kalau hari biasa paling sedikit 30 sampai 50 cup. Tapi kalau Jumat bisa lebih dari 100 pelanggan, pernah sampai ratusan cup dalam sehari,” jelas Sisil.
Dari volume penjualan itu, omzet harian Es Teler Sultan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp4 juta, tergantung cuaca dan jumlah pengunjung. Sisil mengaku merintis usaha dari nol dengan modal dapur rumah.
“Saya memilih buka usaha es teler karena minuman ini familiar di masyarakat Madura. Kemudian di konsep premium dan porsi jumbo karena masih jarang yang jual,” tegas Sisil.
Pemerintah Kabupaten Sumenep belakangan mendorong sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner, sebagai penopang UMKM. Kehadiran usaha seperti Es Teler Sultan menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat naik kelas tanpa meninggalkan identitasnya sebagai minuman tradisional.
Ke depan, Sisil berencana menambah varian dengan bahan lokal. serta membuka peluang kemitraan untuk memperluas jangkauan usaha di luar Kota Sumenep.





