Madura– Nama Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her kembali menjadi sorotan publik. Pengusaha asal Pamekasan, Madura ini kembali viral setelah pernyataannya terkait dunia usaha beredar luas di media sosial.
Dalam video, Haji Her menyatakan bahwa hampir tidak ada pengusaha yang sepenuhnya patuh terhadap aturan.
“Mana ada pengusaha yang benar 100% secara aturan? 99,99% pengusaha itu salah secara aturan,” ujarnya dalam rekaman tersebut.
Pernyataan itu menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai pernyataan tersebut sebagai gambaran realitas di lapangan, sementara lainnya menganggapnya sebagai pernyataan yang kontroversial.
”Dimana pengusaha yang benar 100% secara aturan? kedingaki (dengarkan) LSM-LSM wartawan- wartawan,” kata Haji Her.
”Hotel-hotel, restoran kaleoroh (keliru) apalagi usaha rokok salah meloloh (salah terus),” tambahnya.
Di sisi lain, viralnya kembali pernyataan tersebut bertepatan dengan mencuatnya isu penindakan praktik rokok ilegal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di wilayah Jawa Timur, khususnya Madura.
Berdasarkan informasi yang beredar, KPK tengah mendalami dugaan produksi dan distribusi rokok tanpa pita cukai, termasuk kemungkinan adanya penyalahgunaan sistem pita cukai. Selain itu, penyelidikan juga mengarah pada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan aliran dana dari industri tersebut.

Dalam proses pendalaman itu, sejumlah pihak disebut telah dimintai keterangan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai status hukum yang bersangkutan.
Kondisi tersebut memicu reaksi publik di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menilai pernyataan Haji Her yang kembali viral tersebut seolah menjadi ironi di tengah situasi yang berkembang saat ini.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil resmi dari proses hukum yang berjalan.
Kasus ini juga membuka perhatian terhadap dugaan luasnya praktik rokok ilegal di Jawa Timur yang diduga melibatkan jaringan dengan perputaran dana yang signifikan.
Hingga kini, publik masih menantikan langkah lanjutan dari KPK dalam mengusut dugaan tersebut, termasuk kemungkinan pengungkapan jaringan yang lebih besar di balik praktik rokok ilegal di wilayah Madura.





