PAMEKASAN— Pengakuan mengejutkan datang dari pengusaha tembakau kenamaan asal Pamekasan, Madura, H. Khairul Umam alias Haji Her. Di hadapan para pejabat negara dan ribuan peserta resmi Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/7/2026), CEO Bawang Mas Group tersebut secara blak-blakan mengungkap bahwa dirinya dimintai bantuan dana pribadi untuk menutupi kekurangan anggaran acara pemerintah tersebut.

‎Dalam penuturannya, Haji Her mengaku awal mulanya tidak mengetahui adanya agenda kegiatan koperasi tersebut. Namun, ia mendadak dihubungi terkait kekurangan dana penyelenggaraan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

‎”Saya tidak tahu sebenarnya ada acara koperasi, tahu-tahu katanya dananya tidak cukup. Saya tanya, kurang berapa? Kurang Rp350 juta,” ujar Haji Her di atas panggung acara.

‎Namun, nominal tersebut rupanya membengkak saat penyerahan dana dilakukan secara resmi beberapa hari kemudian.

‎”Nyampek hari Minggu, nyampek ke kantor ternyata bukan Rp350 juta, tapi Rp465 juta. Okelah saya bayar. Habis ini minta umrah,” selorohnya di hadapan hadirin.

‎Meski harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah secara mendadak untuk menyokong kegiatan milik pemerintah setempat, Haji Her menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung program publik, khususnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

‎”Apapun bentuknya selama itu kegiatan pemerintah, apalagi untuk membangun ekonomi,” pungkasnya.

‎Pernyataan blak-blakan pengusaha lokal yang menalangi anggaran agenda pemerintah ini sontak menjadi sorotan publik dan memicu perbincangan hangat terkait transparansi serta perencanaan anggaran kegiatan resmi di tingkat daerah.