Pamekasan— Praktik dugaan jual beli posisi dalam proses rekrutmen di lingkungan RSUD SMART Pamekasan memasuki babak baru.
Berdasarkan penelusuran analasi.co mendapati indikasi kuat adanya alur transaksi uang untuk mengamankan posisi strategis di lingkungan rumah sakit milik daerah tersebut, dengan nominal fantastis yang ditengarai mencapai Rp100 juta.
Teranyar, seorang tenaga profesional dilaporkan telah menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada pihak tertentu demi mengamankan formasi yang dijanjikan. Namun, posisi yang diincar tak kunjung didapat, dan korban justru digeser ke penempatan lain di lingkungan pemerintahan daerah.
“Sudah menyerahkan sejumlah uang kepada pihak tertentu. Namun, posisi yang sebelumnya diharapkan tidak diperoleh dan yang bersangkutan justru kemudian dipindahkan ke posisi lain di lingkungan pemerintahan daerah,” ungkap narasumber yang engan disebut namanya. Selasa, (11/8/26).
Alur Transaksi dan Isu Keterlibatan “Orang Dalam”
Isu rekrutmen berbayar di RSUD SMART Pamekasan telah berembus sejak beberapa waktu terakhir. Informasi yang beredar menetapkan patok tarif yang terstruktur berdasarkan jenjang pendidikan calon pegawai.





