JAKARTA – Mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan. Laporan Bocor Alus Tempo menyebut Raffi Ahmad diduga menjadi perantara pesan dari Istana yang meminta Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.

Dalam laporan tersebut, Raffi Ahmad disebut menemui seorang pejabat yang diduga Perry Warjiyo di sebuah restoran di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertemuan itu disebut berkaitan dengan permintaan agar pejabat tersebut segera meninggalkan jabatannya. Bahkan, Raffi disebut telah membawa surat pengunduran diri yang kemudian ditandatangani.

Laporan tersebut juga menyebut adanya dugaan tekanan berupa ancaman proses hukum apabila permintaan pengunduran diri tidak dipenuhi.

Pejabat yang menjadi sasaran pesan itu disebut awalnya tidak langsung bersedia mengundurkan diri. Namun, setelah mendapatkan penjelasan mengenai alasan dirinya diminta meninggalkan jabatan, pejabat tersebut akhirnya disebut bersedia menandatangani surat pengunduran diri.

Perry Warjiyo memang tercatat mengundurkan diri dari posisi Gubernur Bank Indonesia pada 27 Juli 2026.

Namun, dugaan mengenai keterlibatan Raffi Ahmad sebagai pembawa pesan dari Istana belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Istana maupun Raffi Ahmad.

Karena itu, informasi mengenai peran Raffi Ahmad tersebut masih perlu diverifikasi dan tidak dapat dipastikan sebagai fakta sebelum terdapat klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan.

Pengunduran diri Perry Warjiyo turut menjadi perhatian karena posisi Gubernur BI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pengunduran diri tersebut menjadi pukulan bagi sektor moneter.

Bhima juga mengaitkan situasi tersebut dengan kekhawatiran mengenai dugaan intervensi politik terhadap independensi Bank Indonesia.

Isu tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian publik karena menyangkut hubungan antara kekuasaan politik, independensi bank sentral, dan stabilitas kebijakan moneter Indonesia.

Sementara itu, nama Raffi Ahmad sebelumnya juga beberapa kali muncul dalam isu politik dan pemerintahan. Namun, keterlibatannya dalam dugaan penyampaian pesan terkait pengunduran diri Perry Warjiyo masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.