SUMENEP – Usia dini bukan menjadi penghalang bagi Ade Dimas Reigananda Al Jabbar dan Ary Asatya Mufti Raihan untuk menorehkan prestasi. Dua siswa TK Negeri Pembina Kabupaten Sumenep itu sukses menjadi juara pertama dalam VENUS Kompetisi Ke-4 Tahun 2026 Rayon Sumenep.

Ade Dimas, tampil gemilang pada bidang Sains jenjang TK. Peserta bernomor B20601 tersebut meraih nilai sempurna 100 dengan waktu pengerjaan 09.34. Hasil itu menempatkannya di posisi teratas sekaligus membuatnya berhak mendapatkan medali emas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara Ary Asatya Mufti Raihan, meraih hasil membanggakan pada bidang Matematika jenjang TK, Arya juga berhasil menduduki peringkat pertama dengan nilai 96 dengan waktu pengerjaan 08.15. Raihan tersebut turut mengharumkan nama TK Negeri Pembina Sumenep dalam kompetisi akademik tersebut.

Dengan capaian tersebut, Dimas dan Arya berhasil melaju ke Grand Final VENUS Kompetisi Ke-4 tingkat nasional.

Diketahui, VENUS Kompetisi Ke-4 Tahun 2026 digelar oleh Orion Education Centre. Ajang tersebut memperlombakan sejumlah bidang, yakni Matematika, Sains, IPS, Coding, dan Bahasa Inggris, mulai dari jenjang TK hingga SMA. Untuk Rayon Sumenep, kompetisi berlangsung di SDK Sang Timur dan diikuti peserta dari berbagai sekolah se Madura.

Bagi Dimas dan Arya, medali emas dengan nilai sempurna itu menjadi pengalaman istimewa. Di usia yang masih belia, keduanya sudah berkesempatan menguji kemampuan sekaligus belajar menghadapi suasana kompetisi.

Orang tua Dimas, Ahmad Maksum, mengaku bersyukur atas pencapaian putranya. Menurut dia, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga diharapkan dapat memacu Dimas untuk terus belajar.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Ade Dimas bisa mendapatkan juara 1 dan medali emas. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai orang tua. Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi Ade untuk terus belajar, percaya diri dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Maksum menilai pengalaman mengikuti kompetisi sejak dini memiliki nilai penting bagi perkembangan anak. Bukan semata soal memenangkan perlombaan, tetapi juga membangun keberanian dan kepercayaan diri.

karena itu, ia berharap Dimas tetap menikmati setiap proses yang dijalani. Hasil kompetisi, kata dia, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Kini, Dimas bersiap menghadapi tantangan berikutnya di tingkat nasional. Status juara pertama Rayon Sumenep dan peraih medali emas menjadi modal untuk melangkah ke Grand Final VENUS Kompetisi Ke-4.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir. Medali emas justru menjadi pijakan awal agar Dimas terus mengembangkan kemampuan, sementara prestasi Arya di bidang Matematika menjadi bukti bahwa potensi anak-anak Sumenep dapat tumbuh sejak usia dini.

“Dua preatasi itu sekaligus membawa nama TK Negeri Pembina Sumenep ke panggung kompetisi akademik nasional. Sains dan Matematika menjadi jalan bagi Dimas dan Arya untuk menunjukkan bahwa semangat belajar dapat melahirkan prestasi, bahkan sejak bangku TK,” tukasnya.