JAKARTA – Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah mencatat laba bersih hanya Rp78 ribu dalam enam bulan operasional. Nilai keuntungan tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan modal koperasi yang mencapai Rp3 miliar.
Fakta tersebut mengemuka dalam rapat kerja antara Kementerian Koperasi dan Komisi VII DPR RI. Perolehan laba yang minim memicu pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan serta model bisnis koperasi yang dijalankan di kawasan perkotaan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai merupakan koperasi yang dibentuk secara mandiri oleh masyarakat dan memiliki karakteristik berbeda dengan koperasi desa yang selama ini menjadi fokus pengembangan pemerintah.
Menurut Ferry, pemerintah belum memiliki model bisnis yang benar-benar sesuai untuk koperasi di wilayah perkotaan. Karena itu, pengalaman Koperasi Merah Putih Melawai akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun konsep bisnis yang lebih tepat bagi koperasi kelurahan di kota-kota besar.
“Kami akan menyusun model bisnis yang sesuai untuk koperasi perkotaan, karena tantangannya berbeda dengan koperasi di desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi usaha di kawasan perkotaan memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi sehingga koperasi memerlukan strategi usaha yang lebih matang agar mampu berkembang dan menghasilkan keuntungan.
Pengurus koperasi juga mengungkapkan bahwa usaha yang dijalankan masih berada pada tahap awal pengembangan. Lokasi koperasi berada di kawasan komersial Blok M Hub, sementara jumlah anggota dan volume transaksi belum cukup besar untuk menghasilkan laba yang signifikan.
Meski demikian, pemerintah menilai capaian tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur keseluruhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah dikembangkan secara nasional. Setiap koperasi memiliki kondisi dan potensi usaha yang berbeda, bergantung pada jumlah anggota, jenis usaha, serta karakteristik wilayah masing-masing.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.
Ke depan, Kementerian Koperasi berencana menyusun studi kelayakan dan model bisnis khusus bagi koperasi di kawasan perkotaan agar mampu beroperasi secara lebih efektif, meningkatkan omzet, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya.





