Analisa, Nasional – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan terkait kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 20.00 WIB, yang videonya viral di media sosial.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Abdul Rachman, menyebut objek terang yang bergerak sangat cepat dengan durasi kurang dari 10 detik dan tampak sangat terang dapat dikategorikan sebagai bolide atau fireball.
Fenomena tersebut sebelumnya dilaporkan warga di Lampung Selatan. Objek terlihat memiliki ekor cahaya panjang dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian saat melintas di langit.
“Hingga kini belum diketahui secara pasti benda yang melintas di langit Lampung tersebut,” tulis keterangan dalam video yang beredar di media sosial, Minggu (5/4).
Abdul menjelaskan, karakteristik objek yang melintas cepat dalam waktu singkat membedakannya dari fenomena lain di langit.
Jika objek terlihat bergerak lebih lambat, yakni sekitar 20 hingga 90 detik, maka kemungkinan merupakan proses reentry atau masuknya kembali benda antariksa buatan ke atmosfer Bumi.
Selain itu, jika cahaya tampak muncul dari satu titik dalam jumlah banyak dalam waktu sekitar satu jam, fenomena tersebut dikategorikan sebagai hujan meteor. Sementara itu, jika hanya melintas satu arah secara acak, maka disebut sebagai meteor sporadik.
BRIN juga menyebut kemungkinan lain, yakni objek tersebut merupakan benda antariksa buatan, apabila cahayanya tampak konstan dan bergerak dalam lintasan lurus atau lengkungan sederhana.
Namun, berdasarkan laporan warga yang menyebut objek tampak terpecah, fenomena tersebut lebih mengarah pada material yang mengalami fragmentasi saat bergesekan dengan atmosfer Bumi, baik berasal dari benda alami maupun sampah antariksa.





