Surabaya – Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (3/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap dugaan praktik korupsi yang disebut terjadi di berbagai sektor di Jawa Timur serta dorongan agar aparat penegak hukum bertindak lebih transparan dan tegas.
Koordinator Lapangan Jaka Jatim, Musfiq, mengatakan aksi tersebut merupakan respons atas berbagai persoalan yang dinilai telah menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh kejelasan terkait penanganan sejumlah kasus yang berkaitan dengan dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik daerah.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya transparansi dan kepastian hukum. Jangan ada yang ditutupi dan jangan ada yang dilindungi. Semua dugaan yang menjadi perhatian publik harus diusut secara terbuka dan profesional,” kata Musfiq, Selasa (2/6/2026).
Dalam materi publikasi yang beredar menjelang aksi, Jaka Jatim menyoroti sejumlah isu yang mereka kaitkan dengan dugaan korupsi di berbagai sektor, mulai dari dana hibah, badan usaha milik daerah (BUMD), sektor pendidikan, perbankan, hingga sektor energi dan sumber daya mineral. Organisasi tersebut menilai berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Musfiq menegaskan bahwa demonstrasi yang akan digelar bukan bertujuan menghakimi pihak tertentu, melainkan mendorong proses hukum berjalan secara transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Namun publik juga berhak mengetahui sejauh mana dugaan-dugaan yang muncul telah ditangani oleh lembaga yang berwenang,” ujarnya.
Menurut rencana, aksi akan dipusatkan di depan Gedung Negara Grahadi dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Massa aksi akan menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum agar meningkatkan pengawasan dan mempercepat penanganan berbagai laporan dugaan korupsi.
Selain menyampaikan aspirasi, peserta aksi juga akan menyerukan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Jaka Jatim menilai upaya pemberantasan korupsi harus menjadi agenda bersama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.
Aksi demonstrasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Jaka Jatim berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang berkeadilan.





