analisa.co – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Sarana untuk menyediakan pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu harus tertunda karena faktor lokasi penempatan lahan yang tak kunjung menemui titik terang.

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mengakui bahwa pendidikan bagi anak kurang mampu masih tergolong minim hingga kini, penentuan penempatan lahan sebagai tempat belajar masih menjadi persoalan krusial.

 

” Saya mengakui bahwa pendidikan untuk mereka para siswa kurang mampu di Pamekasan masih kurang maksimal. Namun tetap akan di berikan perhatian terus,” kata bupati Kholilurrahman Selasa 5 mei 2026

 

Menurutnya, penentuan lahan tersebut diprediksi akan rampung pada 2 bulan kedepan, dengan kondisi lebih strategis serta berdekatan pada pusat perkotaan.

 

” Penetapan lahan itu final dalam 1 hingga 2 bulan kedepan. Setelah lokasinya ditetapkan maka akan segera ditindaklanjuti ke tingkat pusat agar segera dilakukan asesmen hingga perencanaan pembangunan dititik yang sudah disepakati, sorotan sementara diwilayah pantura,” jelasnya