Pamekasan – Forum Alumni Jogja Pamekasan (FAJP) bersama sejumlah tokoh Madura memantapkan rencana penyelenggaraan Kongres Rakyat Madura dalam pertemuan yang digelar di Threefive Coffee & Space, Jumat (1/5/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi titik awal penguatan konsolidasi gagasan lintas elemen masyarakat Madura.

Hadir dalam forum tersebut antara lain Abdur Rozaki serta sejumlah tokoh Madura lainnya dari berbagai latar belakang. Diskusi yang awalnya bersifat santai berkembang menjadi pembahasan serius mengenai kebutuhan menghadirkan forum bersama untuk merumuskan arah pembangunan Madura ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para peserta menilai, selama ini berbagai gagasan dan gerakan masyarakat Madura masih berjalan sendiri-sendiri.

Akibatnya, belum terbentuk satu kekuatan kolektif yang mampu mendorong perubahan signifikan, meskipun telah ada infrastruktur strategis seperti Jembatan Suramadu.

Selain isu pembangunan, forum juga menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya Madura di tengah arus modernisasi. Penguatan bahasa, budaya, serta peran generasi muda menjadi bagian penting yang akan dibahas dalam Kongres Rakyat Madura mendatang.

Salah satu peserta, Abdullah M. Sadino, menegaskan pentingnya forum besar yang mampu menyatukan potensi Madura, baik di dalam maupun luar daerah.

“Selama ini banyak gagasan bagus, tapi belum terhubung dalam satu gerakan bersama. Kongres Rakyat Madura ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi, agar energi besar masyarakat Madura bisa diarahkan untuk kemajuan bersama,” ujarnya. Jumat, (1/5/26).

Ia juga menambahkan bahwa peran diaspora Madura sangat strategis jika mampu diorganisir secara sistematis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Abdur Rozaki menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset dan kolaborasi dalam membangun Madura ke depan. Menurutnya, sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kebijakan menjadi kunci utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, para penggagas berencana melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh sepuh Madura untuk meminta restu dan arahan. Kongres Rakyat Madura diharapkan menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi besar, memperkuat identitas, serta mendorong percepatan pembangunan di Pulau Madura.