Analisa, Bola – Real Madrid memastikan bahwa kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih bukan disebabkan pemecatan klub, melainkan keputusan pribadi sang pelatih yang mengajukan pengunduran diri setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, Minggu (12/1) dini hari.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa keputusan tersebut tidak diambil oleh Presiden Real Madrid Florentino Perez. Alonso disebut meminta untuk meninggalkan jabatannya karena menilai dirinya tidak lagi mampu mengendalikan ruang ganti tim utama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut sumber yang dikutip Romano, Alonso merasa para pemain tidak sepenuhnya mengikuti instruksi yang ia terapkan. Kondisi tersebut membuat pelatih asal Spanyol itu menilai bertahan hanya akan memperburuk situasi tim.

“Yang diinginkan Xabi Alonso hanyalah membawa gaya Bayer Leverkusen-nya ke Real Madrid, tetapi itu tidak berhasil; gaya tersebut tidak diterima dengan baik oleh ruang ganti Real Madrid. Itulah mengapa dia secara pribadi meminta untuk pergi,” ungkap sumber tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut perpisahan dengan Xabi Alonso sebagai keputusan yang diambil “atas kesepakatan bersama,” yang berawal dari permintaan sang pelatih.

Xabi Alonso ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas lalu dan langsung menjalani ujian awal di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA. Pada turnamen tersebut, Real Madrid mencapai babak semifinal sebelum kalah 0-4 dari Paris Saint-Germain.

Di awal musim, performa Los Blancos sempat menunjukkan tren positif. Real Madrid memimpin klasemen La Liga hingga akhir Oktober dengan keunggulan lima poin atas Barcelona. Namun, di tengah periode tersebut, muncul laporan mengenai ketidakharmonisan internal di dalam tim.

Serangkaian hasil kurang maksimal kemudian membuat Real Madrid kehilangan puncak klasemen dan kini tertinggal empat poin dari Barcelona. Di Liga Champions, Real Madrid juga menelan kekalahan dalam laga besar melawan Liverpool dan Manchester City.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya perbedaan pandangan antara Xabi Alonso dan beberapa pemain utama, termasuk Vinicius Junior, Rodrygo, serta Jude Bellingham, meski klub tidak memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Usai kepergian Alonso di tengah musim, Real Madrid menunjuk pelatih tim muda, Alvaro Arbeloa, untuk mengambil alih sementara posisi pelatih tim utama.