Analisa, Pamekasan – Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan, menggelar haul ke-93 almarhum RKH Abd. Hamid bin Maulana RKH Itsbat bersama sejumlah almarhumin lainnya, Minggu (8/3) sore. Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar Banyuanyar, para masyayikh, pejabat pemerintah, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran para jamaah dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian doa bersama untuk mengenang para ulama yang memiliki peran dalam dakwah dan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan itu, KH Muhammad Rofi’i Baidhowi menyampaikan apresiasi kepada keluarga sohibul haul, khususnya dzurriyah Bani Itsbat, para masyayikh, serta masyarakat yang meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran keluarga sohibul haul KH Hamid Itsbat, keluarga besar dzurriyah Bani Isbat, para masyaikh, dan masyarakat dari berbagai daerah yang menyempatkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan haul ini,” dawuhnya, Minggu (8/3).
KH Ahmad Rofi’i menjelaskan bahwa peringatan haul tersebut tidak hanya ditujukan kepada almarhum KH Abd Hamid Itsbat, tetapi juga untuk mengenang para sesepuh lain yang memiliki kontribusi dalam perjalanan dakwah dan pendidikan di pesantren.
Ia juga menyampaikan bahwa KH Abd Hamid Itsbat wafat di Mekkah dan dimakamkan di kompleks pemakaman Jannat al-Ma’la. Saat wafat, almarhum didampingi oleh salah satu putranya, K Baidowi, serta KH Ahmad Kholil yang merupakan menantu almarhum KH Abd Warist dari PP Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep.
“KH Abd Hamid Itsbat wafatnya ada di Mekkah, dan di kuburkan di Ma’la,” jelasnya.
KH Rofi’i Baidhowi juga menyampaikan keterangan mengenai kebiasaan ibadah almarhum yang diketahuinya dari salah satu santri yang pernah melayani almarhum sebelum wafat, yakni K Misbah dari Kabupaten Jember.
Menurut cerita yang ia dengar, almarhum memiliki kebiasaan menjalankan ibadah dengan waktu yang teratur, termasuk saat melaksanakan salat tahajud.
“Saya dapatkan dan dengarkan langsung dari santri beliau yang biasa melayani Almarhum sebelum beliau wafat, seperti saat membawakan air, dan saat mau whudu’. Ia mengatakan bahwa almarhum saat mau sholat tahajjud, tetap jamnya hingga tempat sandalnya,” katanya.
Ia menambahkan, almarhum juga dikenal menjaga pelaksanaan salat berjamaah dalam menunaikan salat fardhu.
“Almarhum juga selalu melakukan sholat berjamaah dalam shalat fardhu nya,” pungkasnya.





