Analisa, Pamekasan — Himpunan Mahasantri dan Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar (HIMMAH) memperingati Milad ke-13 dengan menggelar seminar bertema “Kontekstualisasi Nilai Pendidikan Islam: Upaya Pencegahan Marjinalisasi Terhadap Perempuan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Banyuanyar Putri, pada Senin, 26 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh santriwati, mahasantri, alumni, serta tamu undangan. Peringatan Milad ke-13 HIMMAH menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan komitmen terhadap nilai perjuangan HIMMAH yang cendekia, berakhlak, dan berdampak.
Dalam sambutannya, Ketua HIMMAH DPP FKMSB, St. Maizah, menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk perempuan Muslim yang berilmu, bermartabat, dan berdaya.
“Pendidikan bagi perempuan merupakan kebutuhan mendasar. Islam memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi dirinya. Melalui pendidikan, perempuan dapat menjadi pribadi yang cendekia, tetap berakhlak, dan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar St. Maizah.
Ia menambahkan bahwa marjinalisasi terhadap perempuan sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya yang belum sepenuhnya mendukung tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
“Karena itu, pendidikan Islam perlu dihadirkan secara kontekstual, agar mampu membangun lingkungan yang adil, inklusif, dan mendorong perempuan untuk berdaya tanpa kehilangan identitas keislamannya,” tambahnya.
Melalui peringatan Milad ke-13 ini, HIMMAH berharap seminar tersebut dapat memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan Islam yang responsif terhadap realitas sosial, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencegah marjinalisasi perempuan dan melahirkan generasi yang cendekia, berakhlak, dan berdampak.





