Jakarta, Analisa – Kreator konten Sherly Annavita mengaku mengalami teror berupa ancaman dan tindakan intimidatif. Bentuk teror yang disebutkan antara lain mobilnya diberi tanda khusus, rumahnya dilempar telur busuk, serta muncul tulisan bernada ancaman.
Pengakuan tersebut disampaikan Sherly melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (30/12) pagi. Dalam keterangan unggahan itu, Sherly menyebut bahwa teror juga datang melalui pesan langsung Instagram dan nomor pribadi selama beberapa hari terakhir.
“SAYA DITEROR!!! YUK BAGIKAN AGAR JADI KESADARAN BERSAMA ???????? Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman. Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan. Karena merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa ????????,” tulis Sherly.
Sherly mengatakan, sebelum teror fisik terjadi, ia menerima pesan secara beruntun dan serempak dari akun-akun yang tidak dikenal. Selain itu, ia juga menyebut adanya poster berisi fitnah yang beredar secara masif.
Menurut Sherly, pola tersebut membuatnya menilai bahwa teror tidak dilakukan secara acak. Namun, ia tidak menyebutkan pihak tertentu yang diduga terlibat.
“Untuk siapa pun yang melakukan ini atau yang memerintahkan untuk melakukan teror-teror ini, mohon disudahi,” ujar Sherly.
Selain Sherly, teror juga dialami DJ Donny. Melalui akun Instagram-nya, DJ Donny mengaku menerima kiriman bangkai ayam. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi.
“Buat teman-teman, lo nggak usah takut kalau bersuara. Bahkan, Presiden kita pun mengizinkan untuk dikritisi selama apa yang kita sampaikan itu benar,” kata DJ Donny.
DJ Donny menyatakan, teror tersebut muncul setelah dirinya menyampaikan pandangan mengenai kondisi warga Aceh yang terdampak bencana di Sumatera. Ia juga menyinggung keterlibatan Sherly dalam sejumlah diskusi publik.
“Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV,” ujarnya.
Sherly juga mengaku teringat dengan peristiwa serupa yang pernah dialaminya pada 2019. Saat itu, ia mengkritik wacana pemindahan ibu kota pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Ia kembali meminta agar pihak yang melakukan maupun berada di balik teror tersebut menghentikan aksinya. Sherly menegaskan bahwa dirinya dan pemengaruh lain yang menyuarakan pandangan terkait penanganan bencana di Sumatera tidak bermaksud memusuhi negara.





