Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30.000 formasi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 2026. Lowongan ini menjadi salah satu peluang kerja terbesar tahun ini karena terbuka untuk lulusan D3, D4, hingga S1 semua jurusan.
Yang menarik, posisi tersebut diperkirakan menawarkan gaji hingga Rp 8 juta per bulan. Angka itu membuat rekrutmen Koperasi Merah Putih ramai dibicarakan, terutama di kalangan pencari kerja muda.
Pembukaan seleksi dilakukan melalui Panitia Seleksi Nasional dan dipastikan berlangsung terbuka, transparan, serta tanpa pungutan biaya.
“Proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel tanpa pungutan biaya,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan.
Jadi Jalur Baru Karier Anak Muda
Berbeda dari rekrutmen koperasi pada umumnya, para manajer yang lolos nantinya tidak langsung ditempatkan di koperasi desa. Mereka akan terlebih dahulu bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan BUMN yang menjadi mitra program.
Skema kerja yang digunakan adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Setelah masa kerja itu berakhir, para manajer akan dipersiapkan untuk menjadi bagian tetap dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Dua tahun di BUMN. Setelah itu, kalau serah terimanya tepat, maka dia akan ikut di Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulkifli.
Model tersebut dinilai menjadi jalur baru karier bagi lulusan muda yang ingin bekerja di sektor pemberdayaan desa, tetapi tetap mendapatkan pengalaman profesional di perusahaan negara.
Berapa Gaji Manajer Koperasi Merah Putih?
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi besaran gaji manajer Koperasi Merah Putih.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, gaji manajer diperkirakan berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan.
Besaran itu jauh lebih tinggi dibanding honorarium pengurus koperasi pada umumnya.
Sebagai gambaran, honor pengurus koperasi biasanya ditetapkan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan mempertimbangkan kondisi keuangan koperasi.
Berikut kisaran honor pengurus Koperasi Merah Putih:
- Ketua koperasi: Rp 2 juta-Rp 5 juta
- Bendahara: Rp 1,5 juta-Rp 3,5 juta
- Sekretaris: Rp 1,5 juta-Rp 3 juta
- Pengurus harian lainnya: Rp 500.000-Rp 1 juta
- Pengawas: Rp 500.000-Rp 1,5 juta per kuartal
Meski demikian, nominal tersebut bukan gaji tetap. Honor dapat berubah sesuai kemampuan finansial masing-masing koperasi.
Syaratnya Tidak Sulit, Semua Jurusan Bisa Mendaftar
Salah satu alasan rekrutmen ini langsung menarik perhatian publik adalah syaratnya yang tergolong ringan.
Pemerintah membuka kesempatan bagi lulusan dari semua jurusan, asalkan memenuhi syarat berikut:
- Pendidikan minimal D3, D4, atau S1 semua jurusan
- Usia maksimal 35 tahun
- Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75
Dengan syarat tersebut, peluang melamar terbuka lebar, termasuk bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja panjang.
Pendaftaran Ditutup 24 April 2026
Pendaftaran dibuka sejak 15 April 2026 dan akan berakhir pada 24 April 2026.
Pelamar dapat mengakses pendaftaran melalui laman resmi Panitia Seleksi Nasional di phtc.panselnas.go.id.
Calon pelamar diminta menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain:
- Pas foto terbaru ukuran 4×6 berlatar biru
- e-KTP atau surat keterangan perekaman e-KTP
- Ijazah atau Surat Keterangan Lulus
- Transkrip nilai dengan IPK
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani
- Surat pernyataan bermaterai Rp 10.000
Semua dokumen wajib dipindai berwarna dan diunggah sesuai ketentuan.
Catat Jadwal Seleksinya
Agar tidak tertinggal, berikut tahapan rekrutmen manajer Koperasi Merah Putih:
- Pengumuman dan pendaftaran: 15-24 April 2026
- Seleksi administrasi: 15-25 April 2026
- Hasil administrasi: 26-27 April 2026
- Pengumuman jadwal tes kompetensi: 1-4 Mei 2026
- Tes kompetensi: 5-14 Mei 2026
- Hasil tes kompetensi: 17-19 Mei 2026
- Pengumuman tes tambahan: 20-23 Mei 2026
- Tes kompetensi tambahan: 24 Mei-7 Juni 2026
- Pengumuman akhir kelulusan: 15-17 Juni 2026
Dengan kuota mencapai 30.000 formasi, rekrutmen ini diprediksi menjadi salah satu seleksi paling diminati pada 2026. Bagi lulusan muda yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji menarik sekaligus berkontribusi di desa, kesempatan ini bisa menjadi pintu masuk yang sayang untuk dilewatkan.





