Analisa, Sumenep Penjambretan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Dusun Jalinan, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Korban diketahui bernama Ibu Tumna, penjual gorengan di sekitar Sumber Taman Payudan Daleman. Dalam peristiwa tersebut, kalung emas seberat 15 gram milik korban dilaporkan hilang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, dua orang pelaku datang mengendarai sepeda motor PCX berpelat DK dengan warna dasar putih.

Keduanya terlihat keluar dari arah Dusun Jalinan dan sempat berhenti di depan dua rumah warga.

“Sempat berhenti sebentar seperti orang mencari alamat,” ujar Haris, warga setempat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Pelaku kemudian memarkir kendaraan di area sebelah timur Sumber Taman Payudan Daleman dan menghampiri korban dengan maksud membeli gorengan. Saat itu, korban masih menyiapkan adonan sehingga dagangan belum digoreng. Warga menyebut pelaku meminta agar gorengan segera dimasak.

“Terlihat terburu-buru, meminta supaya cepat digoreng,” kata Haris

Setelah gorengan selesai dimasak, salah satu pelaku diduga langsung menarik kalung dari leher korban, lalu keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Korban berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan. Pihak keluarga dan warga sempat melakukan pengejaran, namun pelaku sudah berada cukup jauh dari lokasi.

Sebelum kejadian, korban sempat menanyakan asal pelaku. Pelaku menjawab berasal dari Lenteng, Sumenep, dan mengaku sebagai buruh rokok.

Menurut haris Pemerintah desa telah melakukan pengecekan kamera pengawas (CCTV) milik warga di area Dusun Grujugan. Namun, berdasarkan hasil pengecekan, tidak ada kamera yang aktif saat kejadian. Bahkan sempat berkoordinasi juga dengan Desa Tambuko untuk memeriksa CCTV di ruas jalan sekitar lokasi.

Rekaman yang diperoleh disebut kurang jelas karena terdampak sorot lampu.

Hingga berita ini ditulis, peristiwa tersebut masih terkendala keterbatasan bukti dan data pendukung untuk ditindaklanjuti sebagai laporan kepada pihak berwajib.