Analisa, Pemerintahan – Fenomena menguatnya peran keluarga dalam lingkar kekuasaan kembali mencuat, kali ini melalui kiprah dua anak Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang kini menempati sejumlah posisi strategis, baik di pemerintahan maupun parlemen.
Putri sulungnya, Putri Zulkifli Hasan, tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Ia juga menjabat Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPR. Selain itu, Putri turut menjadi bagian dari struktur pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN periode terbaru.
Sementara itu, anak keduanya, Zita Anjani, kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata sejak dilantik pada 22 Oktober 2024.
Sebelum masuk ke lingkar Istana, Zita merupakan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019–2024 dan sempat kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Di internal partai, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN.
Kedua figur ini sama-sama aktif dalam kepengurusan PAN periode 2024–2029, menandai kuatnya keterlibatan keluarga inti dalam struktur politik dan kelembagaan partai.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik, terutama terkait konsentrasi jabatan dalam satu lingkar keluarga.
Dalam perjalanan kariernya, baik Putri maupun Zita memiliki rekam jejak organisasi dan politik sejak usia muda.
Putri dikenal aktif di struktur partai hingga kemudian melangkah ke DPR RI, sementara Zita mengawali kiprah dari tingkat daerah di DPRD DKI Jakarta sebelum masuk ke lingkar pemerintahan pusat.
Selain itu, penunjukan Zita sebagai Utusan Khusus Presiden merupakan bagian dari pengisian sejumlah posisi utusan presiden yang diatur dalam sistem ketatanegaraan Indonesia untuk membantu tugas-tugas khusus kepala negara di bidang tertentu, termasuk pariwisata. Posisi ini berada langsung di bawah Presiden dan bersifat strategis dalam mendukung agenda nasional.
Di satu sisi, rekam jejak politik keduanya menunjukkan pengalaman dalam legislatif dan organisasi partai. Namun di sisi lain, akumulasi posisi strategis yang dipegang secara bersamaan menimbulkan pertanyaan tentang praktik meritokrasi dan distribusi kesempatan dalam sistem politik.
Dengan posisi yang kini mereka emban mulai dari parlemen hingga lingkar eksekutif peran Zulkifli Hasan sebagai figur sentral PAN pun tak lepas dari sorotan.





