Analisa, Jakarta –  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Menteri Pangan Zulkifli Hasan menjadi perhatian publik setelah menunjukkan lonjakan signifikan dalam periode terakhir.

Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan pada 2024 dan menjadi acuan terbaru hingga 2026, total kekayaan Zulkifli Hasan tercatat sekitar Rp49,65 miliar tanpa utang. Nilai tersebut meningkat dibandingkan laporan sebelumnya pada periode 2021–2022 yang berada di kisaran Rp32,6 miliar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kenaikan sekitar Rp17 miliar atau lebih dari 50 persen dalam rentang waktu relatif singkat memicu pertanyaan publik terkait tren pertumbuhan aset tersebut.

Secara rinci, kekayaan tersebut terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai sekitar Rp13,25 miliar, kendaraan Rp1 miliar, surat berharga Rp4,99 miliar, kas dan setara kas Rp16,51 miliar, serta harta lainnya mencapai Rp13,91 miliar.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada pos kas dan harta lainnya yang menyumbang porsi signifikan dalam total kekayaan. Meski tidak terdapat utang dalam laporan tersebut, komposisi aset ini dinilai perlu dicermati lebih lanjut untuk memahami sumber pertumbuhannya.

Data yang digunakan saat ini merujuk pada laporan terakhir yang disampaikan pada 2025, sesuai mekanisme pelaporan periodik di Komisi Pemberantasan Korupsi.