Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menolak tegas desakan dari sejumlah pihak untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun diakui masih terdapat kekurangan dalam implementasinya, termasuk insiden keracunan yang sempat menjadi sorotan.

Luhut, usai bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyatakan bahwa program MBG dinilai sudah berjalan cukup baik dan proses perbaikannya sedang berjalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Enggak usah dihentikan, kita sudah lihat bagus kok. Apanya dihentikan? Ya kan memulainya ini yang jadi masalah. Kita kadang-kadang tuh ingin cepat buahnya. Seperti gigit cabai langsung pedasnya, enggak bisa gitu,” kata Luhut.

Menurut Luhut, wajar jika terjadi kekurangan karena MBG adalah program yang baru pertama kali dijalankan di Indonesia. Ia meminta semua pihak untuk tidak terlalu pesimis dan terus-menerus memberikan kritik, melainkan melihat dampak positif program ini yang mampu menggerakkan ekonomi di tingkat bawah dan menciptakan lapangan kerja.

“Yang penting prosesnya kita lihat bagus, jalan. Kalau kurang di sana sini kita perbaiki. Kita jangan juga terus pesimis kalau ada yang kurang di sana sini,” tegasnya.

Luhut meyakini bahwa pelaksanaan program MBG akan jauh lebih baik dalam tiga bulan ke depan. Terkait kasus keracunan, ia sudah meminta BGN untuk melakukan sertifikasi laik higienis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, Luhut juga menyoroti pentingnya program MBG untuk diterapkan dalam jangka panjang, minimal 10 tahun, serta mendorong BGN untuk tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di sekitar lokasi SPPG.

Ia juga meminta Menteri Keuangan untuk tidak memotong atau mengalihkan anggaran MBG, karena penyerapan anggaran saat ini dinilai sudah membaik.