Jakarta-Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengecam keberadaan buzzer yang dinilai kerap memperkeruh situasi di tengah bencana. Ia menilai tindakan menyebarkan fitnah demi keuntungan materi merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban di Jakarta. Presiden ke-5 Republik Indonesia itu mengaku prihatin karena aksi-aksi kemanusiaan justru sering dituding sebagai upaya mencari panggung politik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Megawati, penyelamatan nyawa manusia seharusnya ditempatkan di atas kepentingan apa pun, termasuk citra politik. Ia mempertanyakan nurani para buzzer yang menyerang pihak lain hanya demi bayaran.

“Kamu hanya jelek-jelekkan orang saja untuk mencari duit. Kamu punya kemanusiaan apa tidak?” ujar Megawati.

Dalam sambutannya, Megawati juga mengenang pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden yang kerap turun langsung ke lokasi bencana. Ia mengaku menyaksikan berbagai peristiwa kemanusiaan, termasuk korban yang berhasil selamat setelah terjebak selama empat hari di atas pohon.

Selain mengkritik buzzer, Megawati menyampaikan pesan kepada seluruh kader PDI Perjuangan agar bekerja secara ikhlas dan berani dalam membantu korban bencana. Ia menegaskan bahwa keikhlasan menjadi fondasi utama dalam kerja sosial dan kemanusiaan.

Megawati bahkan meminta kader yang merasa tidak ikhlas atau tidak siap untuk terjun langsung agar memilih mundur demi menjaga kesungguhan misi kemanusiaan.
“Kalau tidak berani, tidak ikhlas, jangan, mundur saja,” tutupnya.