Analisa, Pamekasan – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menunda pelaksanaan Wisuda Program Sarjana ke-42 dan Magister ke-22 Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 yang sebelumnya dijadwalkan pada 19–20 Desember 2025.
Penundaan tersebut diumumkan secara resmi melalui surat bernomor B-5814/Un.31/R/PP.00.9/12/2025 tertanggal 12 Desember 2025.
Dalam pengumuman tersebut, pihak universitas menyampaikan bahwa penundaan dilakukan karena tiga hal utama belum terpenuhi, yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Ortaker dan Statuta UIN Madura yang belum diundangkan, migrasi data PDDIKTI yang belum selesai 100 persen, serta migrasi data akreditasi BAN-PT yang masih dalam proses.
Sebelumnya, melalui pengumuman bernomor B-5376/Un.31/R/PP.00.9/11/2025 tertanggal 17 November 2025, UIN Madura telah menyampaikan rencana pelaksanaan wisuda pada 19–20 Desember 2025 di Auditorium UIN Madura dengan sejumlah persyaratan administratif bagi calon wisudawan.
Penundaan tersebut memunculkan respons dari mahasiswa tingkat akhir. Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa keputusan penundaan tanpa disertai kepastian jadwal baru menimbulkan kebingungan dan keresahan, terutama bagi mahasiswa yang telah melakukan berbagai persiapan menjelang wisuda.
Suci Urmilawati, mahasiswa akhir Program Studi Fakultas Tarbiyah, UIN Madura, menyampaikan bahwa banyak mahasiswa telah mempersiapkan wisuda jauh hari sebelum pengumuman penundaan diterbitkan.
“Penundaan wisuda dinilai tidak jelas karena tidak disertai kepastian waktu pelaksanaan. Sejak 17 November pihak kampus sudah mengedarkan informasi wisuda. Banyak mahasiswa sudah melakukan persiapan hingga sekitar 80 persen, bahkan sebagian orang tua telah mengambil cuti kerja,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dyah Ayu Amalia, mahasiswa akhir Fakultas Syariah, UIN Madura, yang menilai penundaan tersebut berdampak pada kesiapan mahasiswa dan keluarga.
“Sudah sebulan persiapan dilakukan, lalu wisuda ditunda tanpa kejelasan waktu. Banyak biaya yang sudah dikeluarkan untuk persiapan. Mahasiswa berharap ada penjelasan dan solusi yang jelas dari pihak kampus,” katanya.
Sementara itu, Aminatus Zahroh, mahasiswa akhir Fakultas Ushuluddin dan dakwah UIN Madura, menyampaikan bahwa penundaan wisuda juga dirasakan oleh orang tua mahasiswa.
“Wisuda adalah momen yang sudah lama ditunggu. Penundaan ini membuat mahasiswa dan orang tua merasa kecewa, apalagi proses menuju wisuda membutuhkan waktu yang panjang sejak sidang skripsi,” ujarnya.
Dalam pengumuman resminya, pihak UIN Madura menyatakan bahwa jadwal baru pelaksanaan wisuda akan diumumkan kembali melalui kanal resmi universitas, media sosial, serta grup informasi fakultas dan pascasarjana. Pihak kampus juga menegaskan bahwa proses administrasi wisuda tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan dari pihak universitas mengenai estimasi waktu penyelesaian tiga syarat utama yang menjadi dasar penundaan wisuda tersebut.





