Bangkalan — Pelatihan literasi digital yang digelar Program Studi Ilmu Hadis UIN Madura di Yayasan Raudlatul Falihin, Desa Lombang Daya, Blega, berlangsung meriah.

Para santri mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias, terutama saat diperkenalkan pada berbagai teknologi untuk mempelajari hadis secara modern.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perwakilan yayasan sekaligus Kepala SMA Nurul Usmani, Abu Rowi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka peluang baru bagi santri untuk berkembang di era digital tanpa meninggalkan akar keilmuan pesantren.

“Kami sangat senang UIN Madura berkenan hadir di sini,” ujarnya.

Dalam pelatihan itu, para santri belajar menggunakan software pencarian hadis dan mempraktikkannya secara langsung. Mereka juga mendapatkan contoh-contoh hadis bertema sains sebagai bahan kajian.

Setelah itu, peserta diajak menuliskan hasil analisis mereka dalam bentuk konten blog—langkah awal memperkuat literasi digital di lingkungan pesantren.

Antusiasme semakin terlihat saat para santri mempelajari pembuatan aplikasi sederhana menggunakan platform Kodular.io. Dengan bimbingan tim pemateri, mereka mulai merancang tampilan aplikasi yang memuat materi hadis sains agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Selama kegiatan, para santri aktif bertanya, mencoba fitur-fitur baru, hingga menunjukkan hasil rancangan aplikasi mereka. Pendampingan intensif dari tim UIN Madura membuat proses belajar terasa ringan dan menyenangkan.

“Ini kesempatan bagi santri untuk melihat bahwa belajar agama juga bisa mengikuti perkembangan zaman,” pungkas Abu.