Analisa, Nasional – Kecelakaan beruntun yang terjadi di perlintasan rel Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam kembali menyorot operasional taksi listrik milik Green SM Indonesia. Peristiwa ini menambah daftar insiden yang sebelumnya juga sempat melibatkan armada perusahaan tersebut di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Seiring meningkatnya jumlah armada di jalanan Jakarta dan sekitarnya, kehadiran taksi listrik Green SM yang menggunakan kendaraan produksi VinFast kerap menjadi perbincangan publik, termasuk di media sosial. Sejumlah warganet bahkan menyoroti frekuensi kejadian yang dinilai cukup sering, meski belum ada kesimpulan resmi terkait pola tertentu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden di Bekasi disebut sebagai salah satu yang paling serius. Kendaraan taksi dilaporkan mengalami gangguan saat berada di perlintasan rel, yang kemudian memicu tabrakan dengan rangkaian KRL Commuter Line.

Situasi tersebut berlanjut ketika rangkaian kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek menabrak dari belakang, menyebabkan kecelakaan beruntun yang mengakibatkan korban jiwa serta puluhan orang mengalami luka.

Jika ditelusuri ke belakang, sejumlah insiden lain yang melibatkan taksi Green SM juga tercatat terjadi di berbagai lokasi:

  • 9 Januari 2026: Kendaraan tiba-tiba mundur dan menabrak restoran ayam goreng di Karang Tengah, Kota Tangerang. Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan viral di media sosial.
  • 5 Februari 2026: Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Citra Garden City 6, Jakarta Barat.
  • 3 April 2026: Kendaraan mengalami kerusakan parah di Jalan Sholeh Iskandar, Bogor, usai insiden di putaran balik (U-turn) yang berujung benturan dengan KRL.
  • 31 Desember 2025: Taksi menerobos palang pintu perlintasan di Sawah Besar dan tertabrak kereta komuter yang melintas.
  • 16 Desember 2025: Terjadi tabrakan dengan kendaraan lain di kawasan Sawangan, Depok.
  • 14 Januari 2025: Taksi menabrak separator busway di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Rangkaian peristiwa tersebut memperpanjang catatan insiden yang melibatkan armada Green SM sejak mulai beroperasi di Indonesia. Meski demikian, hingga kini belum terdapat kesimpulan resmi yang mengaitkan seluruh kejadian dalam satu penyebab tunggal.

Faktor yang berpotensi memengaruhi antara lain kondisi kendaraan, faktor pengemudi, hingga situasi lalu lintas.

Terkait kecelakaan terbaru di Bekasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti.

Tim telah diterjunkan ke lokasi guna mengumpulkan data dan menyusun kronologi kejadian secara komprehensif.

Sementara itu, pihak Green SM sebelumnya menyampaikan bahwa kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut tidak sedang membawa penumpang. Pengemudi dilaporkan berhasil keluar dari kendaraan sebelum tabrakan terjadi.