Analisa, Pamekasan – Aktivis Gerakan Mahasiswa Penyambung Aspirasi (GEMPA) UIN Madura menyoroti berbagai kerusakan fasilitas di lingkungan kampus UIN Madura yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak kampus.
Sejumlah bangunan, mulai dari gedung perkuliahan hingga fasilitas kamar mandi, disebut mengalami kerusakan yang cukup mengganggu aktivitas mahasiswa.
Juru Bicara GEMPA UIN Madura, Moh. Fawaid, pada Sabtu (9/5) dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kondisi beberapa fasilitas kampus saat ini memerlukan langkah perbaikan yang cepat dan terukur agar tidak berdampak lebih luas terhadap kenyamanan serta keamanan mahasiswa.
“Banyak fasilitas kampus yang saat ini kondisinya memprihatinkan. Kami menemukan beberapa bangunan mengalami kerusakan, plafon rusak, dinding mulai retak, hingga kamar mandi yang kurang layak digunakan. Ini tentu menjadi perhatian bersama karena kampus seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan fasilitas tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan pendidikan di lingkungan kampus.
GEMPA UIN Madura meminta pihak kampus untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang ada dan memprioritaskan perbaikan fasilitas yang dinilai mendesak.
“Kami berharap ada langkah konkret dari pihak kampus, bukan sebatas wacana. Mahasiswa membutuhkan fasilitas yang layak untuk menunjang proses belajar. Jangan sampai kerusakan terus dibiarkan hingga berpotensi membahayakan civitas akademika,” tambah Fawaid.
GEMPA UIN Madura juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kemajuan kampus dan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik.





