Analisa, Inspirasi – Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan, KH. Musleh Adnan, menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk bagian dari asyhurul hurum(empat bulan suci). Karena kemuliaan waktunya, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga diri dari perbuatan maksiat.

KH. Musleh Adnan, yang juga merupakan alumni aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menegaskan bahwa kemuliaan Rajab tidak terletak pada ibadah khusus yang diwajibkan, melainkan pada kesadaran spiritual untuk memperbanyak amal saleh dan taubat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berikut Empat Keutamaan Bulan Rajab Versi KH. Musleh Adnan yang dirangkum dalam laman youtube @barrianam

1. Rajab Termasuk Bulan Suci (Asyhurul Hurum)

KH. Musleh Adnan menjelaskan bahwa Rajab dimuliakan langsung oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)

Para ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa salah satu dari empat bulan tersebut adalah Rajab. Menurut KH. Musleh Adnan, kemuliaan ini menuntut umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam berbuat dosa dan lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan.

2. Rajab sebagai Waktu Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Dalam penjelasannya, KH. Musleh Adnan menganjurkan agar Rajab dijadikan momentum memperbanyak istighfardan taubat kepada Allah SWT. Anjuran ini berpijak pada dalil umum tentang taubat, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.”
(HR. Muslim no. 2702)

Menurut beliau, tidak ada bacaan istighfar khusus Rajab, namun keutamaan waktu menjadikan taubat di bulan ini bernilai lebih besar.

3. Anjuran Puasa Sunnah

KH. Musleh Adnan menegaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang mengkhususkan puasa Rajab secara mutlak. Oleh karena itu, beliau menganjurkan puasa sunnah yang bersifat umum, seperti:

  • Puasa Senin–Kamis
  • Puasa Ayyamul Bidh
  • Puasa Daud

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad :

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau mengingatkan agar puasa dilakukan dengan niat ibadah sunnah umum, bukan karena keyakinan keistimewaan ritual khusus Rajab.

4. Rajab sebagai Persiapan Spiritual Menuju Ramadan

KH. Musleh Adnan menyebut Rajab sebagai fase awal persiapan ruhani sebelum memasuki bulan Ramadan. Beliau menganjurkan umat Islam memperbanyak dzikir dan doa, termasuk doa yang masyhur di kalangan ulama:

“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadan.”
(HR. Ahmad; dinilai hasan secara makna oleh sebagian ulama, dan diamalkan dalam fadhailul a’mal)

Menurut KH. Musleh Adnan, doa ini tidak dimaknai sebagai kewajiban, melainkan sebagai harapan dan kesiapan spiritual menyambut Ramadan.