Analisa, Jakarta Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang akan berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10). Kehadiran Presiden Prabowo dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

“Bapak Presiden menyampaikan kepada kita semua bahwa untuk menjaga hubungan baik, dan itu bagian dari ikhtiar kita selama ini, beliau memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut,” ujar Prasetyo di kediaman pribadi Presiden Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Minggu (12/10).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Prasetyo, undangan dari Pemerintah Mesir disampaikan secara mendadak. Namun, Mesir secara khusus meminta kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut.


“Memang juga agak mendadak kalau dari sisi waktu, tetapi undangan tersebut betul-betul memohon kesediaan kehadiran dari Bapak Presiden Prabowo. Itu bagian dari kelanjutan perundingan yang semoga insyaallah bisa membawa perdamaian di Palestina, terutama di Gaza,” katanya.

KTT Perdamaian Gaza akan dihadiri sekitar 20 kepala negara. Pertemuan ini digelar sebagai upaya diplomatik internasional untuk mengakhiri konflik dua tahun antara Israel dan Hamas, yang telah menewaskan lebih dari 67 ribu orang sejak 2023.

Sebelumnya, pada Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9), Presiden Prabowo telah menyerukan perdamaian untuk Gaza dalam pidatonya berjudul “Seruan Indonesia untuk Harapan”.

Dalam pidato berdurasi lebih dari 19 menit tersebut, Prabowo menyoroti penderitaan warga Palestina dan mengajak negara-negara anggota PBB untuk tidak berdiam diri terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.


“Kita tidak boleh diam sementara rakyat Palestina diperlakukan tak adil, dan tak dapat memperoleh legitimasi yang sama untuk berbicara di ruangan aula ini,” kata Presiden Prabowo di
General Assembly Hall, Markas PBB, yang mendapat dukungan dari banyak negara.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan kesiapan mengirimkan 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke Gaza serta mengekspor beras ke Palestina. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.


“Tidak ada satu negara pun yang dapat menindas seluruh komunitas umat manusia. Kita mungkin lemah secara individu, tetapi rasa penindasan dan ketidakadilan akan bersatu menjadi kekuatan besar yang mengatasinya,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan dukungan terhadap Solusi Dua Negara (two-state solution)sebagai jalan menuju perdamaian di Timur Tengah. Ia menilai perdamaian merupakan keniscayaan bagi seluruh umat manusia.


“Apakah ini mimpi? Mungkin. Namun inilah mimpi indah yang harus kita wujudkan bersama,” kata Prabowo, menutup pidatonya di forum internasional tersebut.