Pamekasan – Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Seorang anak laki-laki berinisial AAF (4) meninggal dunia setelah terkena ledakan septic tank saat bermain, Selasa (17/3/2025) siang.
Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban bersama beberapa temannya bermain di area belakang rumah warga. Ledakan diduga dipicu aktivitas berbahaya yang melibatkan bahan mudah terbakar.
Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat bensin dituangkan ke dalam lubang septic tank lalu disulut api.
“Diduga terdapat bensin yang dimasukkan ke dalam septic tank dan kemudian disulut api, sehingga memicu ledakan gas di dalamnya. Beton penutup tank terpental dan mengenai korban,” ujarnya.
Orang tua korban, Moh. Jalil (30), yang saat kejadian berada di kandang sapi, langsung bergegas ke lokasi setelah mendengar teriakan warga. Ia mendapati anaknya dalam kondisi luka parah.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan penanganan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pamekasan pada pukul 18.00 WIB. Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban, yang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.
Usai kejadian, aparat dari Polsek Palengaan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pamekasan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua botol bekas wadah bensin, serpihan pipa paralon, serta pecahan beton penutup septic tank.
Pihak kepolisian memastikan keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Orang tua korban juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melanjutkan proses hukum serta menolak dilakukan autopsi.
Polres Pamekasan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain. Area berisiko seperti septic tank dan benda mudah terbakar dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.





