Pamekasan — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-495 tahun menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan refleksi dan pembenahan terhadap sejumlah aspek pembangunan, terutama dalam hal tata kelola birokrasi dan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.

‎Hal itu disampaikan oleh Faisol, koordinator Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim). Ia menilai bahwa masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. ‎

Scroll Untuk Lanjut Membaca

‎“Penyegaran struktur pemerintahan menjadi hal penting agar roda birokrasi berjalan efektif dan pelayanan publik semakin baik,” ujar Faisol, Senin (3/11/ 2025).

‎Menurutnya, kondisi birokrasi belum berjalan optimal karena masih banyak jabatan yang berstatus Pelaksana Jabatan (PJ) dan belum dilakukan pengisian secara definitif.

‎Selain itu, ia juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan di beberapa wilayah Pamekasan yang menurutnya masih banyak mengalami kerusakan dan perlu percepatan perbaikan.

‎“Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan harus menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Mantan Aktivis PMII itu mengingatkan di tengah efesiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan harus bijak dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, setiap penggunaan dana publik harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan seremonial atau kegiatan yang bersifat simbolis.

“Dalam situasi anggaran yang terbatas, pemerintah harus benar-benar selektif dalam menentukan prioritas belanja daerah. Jangan sampai dana yang seharusnya untuk memperbaiki jalan, layanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan justru habis untuk acara perayaan,” tegasnya.

‎Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) wilayah Pamekasan itu berharap agar peringatan hari jadi tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial atau hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan perumusan langkah strategis untuk kemajuan daerah yang dipimpin oleh Kholilurrahman.

‎“Momentum ini semestinya dijadikan ajang introspeksi bersama. Pembangunan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kemeriahan acara,” tegasnya. (Ruk*)