Bagi seorang seniman sejati, berkarya bukan sekadar soal mencari nafkah, tetapi juga menjaga nyala rasa dan nurani. Setiap goresan kuas, petikan dawai, tarian tubuh, hingga karya sastra yang lahir dari pergulatan batin, menjadi bukti bahwa seni bukan hanya ekspresi, tapi juga napas kehidupan.

Karya seni seringkali hadir dari keterbatasan. Dari ruang kecil di rumah sederhana, dari alat musik yang sudah usang, atau dari bahan bekas yang diubah menjadi rupa bernilai tinggi. Namun justru dari keterbatasan itulah, lahir kekuatan dan kejujuran yang membuat karya terasa hidup.

Scroll Untuk Lanjut Membaca