PamekasanPolres Pamekasan menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi produksi petasan ilegal di Kecamatan Palengaan. Dalam operasi tersebut, polisi menyita 5,9 kilogram bubuk mesiu serta ribuan butir mercon siap edar.

Penggerebekan dilakukan pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 23.20 WIB di Dusun Slatreh, Desa Rek Kerrek, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Tim Satreskrim yang melakukan penyelidikan langsung bergerak cepat dan mendapati para pelaku tengah meracik bahan peledak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, mengatakan satu orang tersangka berinisial M (22) berhasil diamankan di tempat kejadian perkara.

“Saat penggerebekan, tersangka sedang melakukan aktivitas pembuatan petasan. Saat ini yang bersangkutan telah kami tahan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Selain menangkap M, polisi juga telah mengantongi identitas empat pelaku lain yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO). Mereka masing-masing berinisial ME (25) yang diduga sebagai pemilik bahan peledak sekaligus penyandang dana, serta S (27), MU (25), dan E (20) yang berperan sebagai pembuat petasan.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya 2.800 butir mercon biasa, 296 mercon jenis bawang, 44 petasan jenis sreng dor, serta satu balon udara siap pakai. Selain itu, diamankan pula bahan baku seperti sumbu, arang bubuk, alat timbang, alat potong, dan 15 rim kertas pembungkus.

Menurut polisi, para pelaku menjalankan modus operandi dengan memproduksi petasan dan balon udara secara ilegal untuk diperjualbelikan maupun digunakan tanpa izin.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal terkait penyalahgunaan bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

AKP Yoyok menegaskan, pihaknya akan terus memburu pelaku lain yang masih buron dan tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas yang membahayakan masyarakat.

“Kami imbau para pelaku yang masih DPO untuk segera menyerahkan diri. Penyalahgunaan bahan peledak ini sangat berbahaya bagi keselamatan publik,” tegasnya.