Analisa, Nasional – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhaimin Iskandar, menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, saat menghadiri acara halal bihalal Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Jakarta Pusat, Minggu (19/4).
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa belakangan kerap berdiskusi dengan berbagai pihak mengenai kondisi Nahdlatul Ulama (NU). Dari rangkaian diskusi itu, ia menilai kepemimpinan PBNU saat ini tidak layak untuk dilanjutkan.
“Kesimpulannya sama, rezim hari ini sudah tidak boleh diteruskan. Tidak boleh diteruskan karena apa? Tidak mampu lagi kita menitipkan harapan, terutama Ketua Umum PBNU yang sekarang menurut saya sudah gagal,” ujar Cak Imin.
Ia mengaku tidak berniat menyampaikan kritik tersebut secara terbuka. Namun, menurutnya, belum banyak pihak yang berani menyuarakan pandangan serupa.
“Saya sebetulnya enggan ngomong ini, tapi saya lihat semuanya enggak ada yang ngomong itu. Saya sudah capek ngomong begini sebetulnya, tapi terpaksa saya yang ngomong mewakili yang tidak mau ngomong,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin turut menyinggung sejumlah tokoh yang dinilai memiliki pandangan sejalan, di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid serta akademisi yang juga tokoh NU, Nasaruddin Umar.
Ia berharap lebih banyak tokoh menyampaikan sikap secara terbuka terkait arah dan masa depan NU.
“Bayangkan kalau Pak Nusron, saya, sama Pak Nasar bersatu, selesai republik ini,” ungkapnya.





