Gresik— Bea Cukai Gresik memusnahkan 8,59 juta batang rokok ilegal dan 203,5 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal senilai Rp12,7 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp10,1 miliar.

Pemusnahan dilakukan di insenerator milik PT Tri Surya Plastik, Kabupaten Malang, pada Kamis (30/04), dengan cara pembakaran untuk menghilangkan fisik dan fungsi barang sehingga tidak dapat digunakan kembali.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menyatakan bahwa barang tersebut merupakan hasil penindakan di bidang cukai yang telah berstatus sebagai barang milik negara.

“Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya barang ilegal, mengamankan penerimaan negara, serta menciptakan iklim perdagangan yang sehat,” ujarnya.

Ia merinci, rokok ilegal yang dimusnahkan terdiri dari 7.651.264 batang sigaret putih mesin (SPM) dan 942.976 batang sigaret kretek mesin (SKM), serta 203,5 liter MMEA ilegal. Barang-barang tersebut merupakan hasil pengawasan intensif selama periode November 2025 hingga Februari 2026.

Selain sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan barang milik negara, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenali ciri-ciri rokok ilegal dan mencegah peredarannya.

Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor, menilai langkah Bea Cukai Gresik menunjukkan efektivitas pengawasan fiskal yang berdampak langsung pada perlindungan penerimaan negara. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menekan peredaran barang ilegal.

Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, serta aturan turunan terkait pengelolaan barang milik negara.

Ke depan, Bea Cukai Gresik berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan peredaran barang ilegal guna memastikan pengawasan berjalan optimal.