JAKARTA – Media sosial kembali dihebohkan dengan video yang menampilkan sosok yang disebut-sebut sebagai Sarwendah mengambil uang senilai Rp3 miliar dari brankas milik Ruben Onsu. Namun, video tersebut telah dibantah dan disebut sebagai hasil manipulasi artificial intelligence (AI).
Video yang diklaim sebagai rekaman CCTV itu viral setelah beredar di media sosial. Narasi yang menyertai video bahkan menyebut Sarwendah mengambil uang dalam jumlah miliaran rupiah dari brankas mantan suaminya, Ruben Onsu.
Pihak Sarwendah langsung membantah tudingan tersebut. Kuasa hukumnya memastikan video itu bukan rekaman CCTV asli, melainkan konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.
Di tengah polemik tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, ikut angkat bicara. Ia menegaskan tidak setuju jika teknologi AI digunakan untuk menyerang atau memojokkan seseorang.
Menurut Minola, penggunaan AI untuk membuat konten sebenarnya tidak menjadi persoalan apabila hanya digunakan sebagai bentuk kreativitas. Namun, persoalan berbeda muncul ketika konten tersebut dibuat seolah-olah merupakan kejadian nyata dan kemudian merugikan seseorang.
“Kalau memang misalnya itu bukanlah fakta sebenarnya, saya juga sepakat, janganlah kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum hanya untuk memojokkan orang,” kata Minola, seperti dikutip detikHot, Sabtu (12/9/2026).
Minola Sebut Bisa Tempuh Jalur Hukum
Minola bahkan mengingatkan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam apabila konten AI yang merugikan terus diproduksi dan disebarluaskan.
Ia mengatakan pihak yang merasa dirugikan memiliki hak untuk mengambil langkah hukum.
“Jangan diterus-teruskan. Karena kalau diterus-teruskan saya juga bisa melakukan upaya hukum,” tegas Minola.
Terkait video yang menyerang atau merugikan Sarwendah, Minola mengatakan pihaknya tidak memiliki koordinasi dengan Sarwendah. Ia menilai masing-masing pihak yang merasa dirugikan dapat mengambil langkah hukum sendiri.
“Siapa yang merasa dirugikan, dialah yang mengambil tindakan hukum,” ujarnya.
Sarwendah Tegaskan Video Bukan CCTV Asli
Sebelumnya, tim kuasa hukum Sarwendah telah memastikan video yang menarasikan kliennya mengambil uang Rp3 miliar dari brankas Ruben Onsu merupakan hoaks.
Sarwendah juga telah membantah pernah melakukan tindakan seperti yang ditampilkan dalam video tersebut. Ia menyebut rekaman itu merupakan hasil manipulasi AI dan menilai penyebarannya telah merugikan nama baiknya.
Kuasa hukum Sarwendah juga menyebut akun yang sebelumnya menyebarkan video tersebut telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf melalui media sosial.
Pihak Sarwendah bahkan sempat merekomendasikan langkah hukum terhadap pembuat konten tersebut. Meski demikian, keputusan untuk membuat laporan polisi berada di tangan Sarwendah.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi AI membuat konten visual semakin sulit dibedakan dari rekaman nyata. Publik pun diimbau tidak terburu-buru mempercayai atau menyebarkan video yang belum terverifikasi.





