SUMENEP – Perhiasan emas seberat 150 gram milik seorang warga Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan hilang. Polsek Guluk-Guluk kini menyelidiki kasus tersebut setelah menerima laporan dari keluarga korban pada 14 Oktober 2026.
Kasus kehilangan itu menimpa seorang perempuan berinisial PR. Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan, kepolisian menyatakan laporan telah diterima dan proses penyelidikan direncanakan berlangsung selama 30 hari.
Peristiwa kehilangan tersebut diketahui pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan 1.000 hari wafatnya suami PR.
Saat hendak mengenakan perhiasan untuk menghadiri acara tersebut, PR mendapati emas yang sebelumnya disimpan sudah tidak ada. Tas yang digunakan untuk menyimpan perhiasan itu juga dilaporkan hilang.
Awalnya, PR mengira dirinya lupa atau keliru meletakkan barang sehingga tidak langsung melaporkan kejadian tersebut. Namun, setelah melakukan pencarian hingga keesokan harinya, perhiasan dan tas itu tetap tidak ditemukan.
Menurut keterangan keluarga, perhiasan tersebut terakhir kali disimpan pada malam 26 September 2026 setelah PR pulang dari acara pernikahan keponakannya di Lamongan, Jawa Timur.
Perhiasan yang dilaporkan hilang terdiri atas enam cincin emas 23 karat dan 10 gelang emas.
Dari 10 gelang tersebut, satu gelang berkadar 24 karat, sedangkan sembilan lainnya berkadar 23 karat. Total berat seluruh perhiasan dilaporkan mencapai 150 gram.
Dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan, Polsek Guluk-Guluk menunjuk AIPTU Moch. Hadi Santoso sebagai penyelidik pembantu untuk menangani laporan tersebut.
Kepolisian menyatakan perkembangan penanganan perkara akan diberitahukan lebih lanjut kepada pelapor. Masyarakat juga diimbau mewaspadai pihak yang mengaku sebagai penyidik atau menawarkan bantuan penanganan perkara dengan meminta uang maupun barang.
Sementara itu, Fahrur, anggota keluarga PR, berharap pemerintah desa dan aparat setempat turut memperhatikan keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terus meresahkan warga.





