JAKARTA — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, memicu reaksi publik di media sosial. Sejumlah warganet melontarkan kritik terhadap Bank Mandiri, bahkan menyerukan agar nasabah mempertimbangkan memindahkan atau menarik tabungannya dari bank tersebut.
Sorotan itu terlihat dalam kolom komentar unggahan akun Instagram resmi Bank Mandiri. Beberapa pengguna media sosial mempertanyakan alasan pemblokiran rekening Mas Botok yang disebut menyimpan dana sekitar Rp80 juta.
“Katanya bank milik Mas Botok Pati diblokir? Kok bisa,” tulis salah satu pengguna dalam kolom komentar.
Komentar lain bahkan secara terang-terangan menyerukan aksi penarikan dana dari Bank Mandiri sebagai bentuk protes. Ada pula warganet yang menyatakan telah mempertimbangkan untuk memindahkan tabungan keluarga dari Bank Mandiri.
Gelombang kritik juga muncul setelah beredar pemberitaan mengenai pemblokiran rekening tersebut. Sebagian warganet menilai persoalan ini perlu mendapat penjelasan yang lebih transparan, terutama mengenai dasar hukum, pihak yang meminta pemblokiran, serta mekanisme pembukaan kembali rekening.
Sebelumnya, Bank Mandiri menyatakan pemblokiran rekening Supriyono dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum (APH) dan telah mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah. Namun, Bank Mandiri belum mengungkap secara rinci institusi penegak hukum yang mengajukan permintaan tersebut maupun durasi pemblokiran.
Rekening Supriyono dilaporkan memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta. Dana tersebut disebut berasal dari uang pribadi dan donasi masyarakat yang dipersiapkan untuk kebutuhan operasional, logistik, serta akomodasi peserta aksi warga Pati di Jakarta.
Ramainya komentar publik menunjukkan bahwa persoalan pemblokiran rekening tersebut tidak hanya menjadi perhatian nasabah yang bersangkutan, tetapi juga berkembang menjadi perbincangan mengenai transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.
Meski sejumlah warganet menyerukan penarikan dana, komentar tersebut merupakan ekspresi pengguna media sosial dan belum menunjukkan adanya aksi penarikan dana secara massal dari Bank Mandiri.




