BANGKA BELITUNG — Nama PT Mitra Stania Prima (MSP) menjadi perhatian dalam pembahasan bisnis pertambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung. Perusahaan ini merupakan salah satu pelaku usaha pertambangan, pengolahan, dan peleburan timah yang berada dalam ekosistem Arsari Tambang.

Arsari Tambang merupakan bagian dari kelompok usaha yang didirikan dan dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, keterkaitan MSP dengan keluarga Prabowo lebih tepat dilihat melalui hubungan korporasi dengan kelompok usaha Hashim, bukan sebagai perusahaan yang secara langsung dimiliki Presiden Prabowo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

MSP memiliki kegiatan usaha yang terintegrasi, mulai dari pertambangan hingga pengolahan dan peleburan timah. Perusahaan menyebut aktivitas tersebut dijalankan untuk mendukung rantai nilai industri mineral nasional.

Berawal dari Perusahaan Tambang Skala Kecil

Dalam profil resminya, PT Mitra Stania Prima mencatat perjalanan perusahaan dimulai pada 1995. Saat itu perusahaan masih berbentuk CV Mitra Stania Prima dan menjalankan kegiatan sebagai subkontraktor PT Timah Tbk.

Pada 2001, perusahaan melakukan reorganisasi menjadi PT Mitra Stania Prima. Pada tahun yang sama, MSP mendapatkan sejumlah konsesi pertambangan timah di Pulau Bangka.

Aktivitas pertambangan kemudian berkembang. Pada 2012, MSP mulai melakukan kegiatan penambangan di wilayah Mapur. Setahun kemudian, perusahaan menyelesaikan pembangunan fasilitas pencucian bijih timah dan mulai memproduksi bijih timah dari konsesi Mapur.

Memiliki Konsesi Tambang di Bangka

MSP saat ini memiliki kegiatan pertambangan di Pulau Bangka. Berdasarkan keterangan perusahaan, MSP memiliki wilayah tambang seluas sekitar 234 hektare di Bangka.

Selain wilayah tersebut, MSP juga menyebut terdapat dua IUP di Bangka Tengah dengan total luas sekitar 1.206,4 hektare. Namun, berdasarkan riwayat perusahaan, sejumlah konsesi yang sebelumnya berada dalam struktur MSP kemudian dialihkan kepada perusahaan lain yang masih berada dalam kelompok Arsari setelah adanya perubahan kebijakan mengenai kepemilikan izin pertambangan.

Data perizinan yang dipublikasikan Promining juga mencatat PT Mitra Stania Prima memiliki IUP operasi produksi komoditas timah dengan luas sekitar 234 hektare di Kabupaten Bangka.

Bagian dari Arsari Tambang

Hubungan MSP dengan keluarga Prabowo terlihat melalui struktur kelompok usahanya. Arsari Tambang secara resmi mencantumkan PT Mitra Stania Prima sebagai salah satu perusahaan dalam kelompok bisnisnya.

Arsari Tambang sendiri berada dalam kelompok usaha yang didirikan oleh Hashim S. Djojohadikusumo. Hashim merupakan adik kandung Prabowo Subianto.

Selain MSP, Arsari Tambang juga mencantumkan sejumlah perusahaan lain yang bergerak dalam sektor timah, di antaranya PT Mitra Stania Kemingking, PT Mitra Stania Bemban, PT AEGA Prima, serta PT Solder Tin Andalan Indonesia.

Dengan demikian, posisi MSP dalam jaringan bisnis tersebut berada pada sektor pertambangan dan pengolahan timah, sementara keterkaitannya dengan keluarga Prabowo berasal dari hubungan korporasi dengan kelompok usaha Hashim Djojohadikusumo.

Tak Hanya Menambang, MSP Punya Fasilitas Peleburan

MSP tidak hanya menjalankan kegiatan pertambangan. Perusahaan juga memiliki fasilitas pengolahan dan peleburan timah yang berada di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dalam keterangan resminya, MSP menyebut memproduksi batangan timah murni atau ingot dengan kandungan timah sekitar 99,9 persen Sn. Produk tersebut dipasarkan melalui bursa timah Indonesia ke sejumlah pasar internasional.

Model bisnis terintegrasi tersebut membuat MSP berada dalam rantai usaha timah dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari penambangan bijih, pengolahan, peleburan, hingga pemasaran produk timah.

Jejaring Bisnis Timah Keluarga Djojohadikusumo

MSP menjadi salah satu bagian dari ekspansi bisnis keluarga Djojohadikusumo di sektor pertambangan timah. Arsari Tambang menyebut lima perusahaan dalam kelompoknya menjalankan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan, pemurnian, penjualan, hingga ekspor timah di Kepulauan Bangka Belitung.

Di sisi hilir, kelompok tersebut juga mengembangkan PT Solder Tin Andalan Indonesia atau STANIA. Perusahaan ini bergerak dalam produksi solder berbasis timah dan memiliki fasilitas produksi di Batam.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bisnis timah dalam kelompok Arsari tidak hanya berorientasi pada kegiatan penambangan, tetapi juga diarahkan ke proses hilirisasi dan produk dengan nilai tambah.

MSP dan Isu Tata Kelola Pertambangan Timah

Sektor pertambangan timah di Bangka Belitung selama ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan persoalan tata kelola sumber daya alam, perizinan, lingkungan, serta aktivitas pertambangan ilegal.

Dalam konteks tersebut, profil perusahaan dan struktur kepemilikan menjadi penting untuk melihat posisi setiap perusahaan dalam rantai bisnis timah.

Namun, penyebutan sebuah perusahaan dalam pemberitaan, laporan, atau perkara hukum tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perusahaan tersebut melakukan tindak pidana. Setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses hukum dan merujuk pada fakta persidangan maupun putusan pengadilan yang berkekuatan hukum.

Klaim Keberlanjutan

Di sisi lain, MSP menyatakan bahwa kegiatan operasionalnya diarahkan pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Perusahaan juga mengklaim menerapkan prinsip keberlanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan dalam kegiatan pertambangan.

Pada 2026, MSP juga mempublikasikan penggunaan listrik yang didukung Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bagian dari upaya mengurangi jejak lingkungan dalam kegiatan operasionalnya.

Perusahaan juga mengumumkan perolehan penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2026.

Profil Singkat PT Mitra Stania Prima

Nama PT Mitra Stania Prima
Bidang Usaha Pertambangan, pengolahan dan peleburan timah
Lokasi Operasi Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung
Wilayah Tambang Sekitar 234 hektare di Bangka, berdasarkan keterangan perusahaan
Fasilitas Peleburan Sungailiat, Kabupaten Bangka
Kelompok Usaha Arsari Tambang
Pendiri Arsari Group Hashim S. Djojohadikusumo
Hubungan dengan Prabowo Hashim Djojohadikusumo merupakan adik Prabowo Subianto

PT Mitra Stania Prima merupakan perusahaan yang memiliki posisi penting dalam bisnis timah di Bangka Belitung. Perusahaan tidak hanya bergerak di sektor pertambangan, tetapi juga menjalankan pengolahan dan peleburan timah.

Keterkaitan MSP dengan keluarga Prabowo berada melalui Arsari Tambang dan Hashim Djojohadikusumo. Karena itu, penyebutan MSP sebagai perusahaan yang “terafiliasi keluarga Prabowo” perlu dipahami dalam konteks hubungan bisnis tersebut, bukan sebagai kepemilikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah besarnya industri timah di Bangka Belitung dan berbagai persoalan tata kelolanya, posisi, perizinan, sumber bahan baku, serta aktivitas setiap perusahaan tetap menjadi bagian penting untuk ditelusuri secara terbuka berdasarkan dokumen dan fakta hukum yang tersedia.