SUMENEP – Amsuri, 55, Warga Dusun Kropoh, Desa Kropoh Kecamatan Raas, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing ikan di perairan desa kropoh ditemukan meninggal dunia pada Selasa (16/6) malam. Amsuri ditemukan oleh warga yang tengah mencari ikan di perairan setempat.
Diketahui, sebelumnya Amsuri berangkat melaut pada Senin (15/6) sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan perahu dayung jenis losongan (montek) untuk mencari ikan. Namun, hingga malam hari Amsuri tidak juga kembali dari aktivitas memancingnya hingga Selasa (16/6).
Kemudian pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, warga menemukan sebuah perahu dayung berwarna hijau muda mengapung di sekitar perairan dekat Pelabuhan Talebuk Desa Kropoh. Setelah diperiksa keluarga, perahu tersebut dipastikan merupakan milik Amsuri.
Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq menjelaskan, jasad korban ditemukan oleh dua warga. Asari dan Mahmudin saat tengah mencari ikan menggunakan perahu dayung di perairan utara Pelabuhan Talebuk Desa Kropoh. Menurutnya, Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan tersangkut di batu karang sekitar 500 meter dari bibir pantai.
”Setelah didekati dan diperiksa, saksi mengenai mayat tersebut sebagai Amsuri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut,” katanya.
Dijelaskan, usai menemukan korban, salah satu saksi tetap berada di lokasi untuk menjaga jasad korban agar tidak hanyut terbawa arus. Sementara lainnya menuju daratan untuk menyampaikan informasi kepada pihak keluarga dan warga setempat, beberapa saat kemudian keluarga bersama warga mengevakuasi korban ke tepi pantai.
”Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat pernyataan penolakan autopsy,” jelasnya.
Dia menambahkan, petugas telah melakukan pemeriksaan lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi. Pihaknya menghimbau pada masyarakat, khususnya nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.
”Perhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar guna mencegah terjadinya kecelakanaan maupun musibah serupa,” tandasnya.





